Salah seorang Dosenku di Fisipol UGM (Ibu Siti Muti’ah) sewaktu mengajar mata kuliah Studi Kawasan pernah memberikan suatu relasi atau mencoba mengaitkan geografi dengan wanita. Menurut Beliau, karakter atau filosofi wanita bisa diketahui melalui geografi, dalam hal ini adalah kawasan yang bisa merujuk pada benua ataupun negara.
Beliau berkata:
When logic comes from the geography facts..
Woman in 20s is like Africa: underdeveloped
Woman in 30s is like India: full of mysteries
Woman in 40s is like America: full of techniques
Woman in 50s is like Europe: old fashion and interest
Woman in 60s is like Alaska: wants to know but don’t want to go
Now, got the logic?
(interpretasi penulis)
Katanya wanita yang berumur 20-an itu underdeveloped. Kalau
ada istilah developing country, maka artinya adalah negara berkembang, dan developed country artinya negara maju. Nah, kalau underdeveloped country berarti negara yang miskin (dong?). Berarti wanita yang masih 20-an dapat diartikan masih miskin pengalaman. Yah.. menurutku ada benarnya juga. Secara kehidupan ini cukup luas dan panjang untuk dijamah, dijalani, dan ditelusuri. Kalau mau tahu lebih seperti apa sih wanita yang umurnya 20-an, lihat aja benua Afrika sekarang.. (hehe). Dan cobalah liat Afrika secara global di dunia ini. Apakah Afrika termasuk kawasan yang maju secara keseluruhan? Nope! Walaupun ada Mesir, Nigeria, Lybiya, Afrika Selatan yang notabene negara yang cukup maju di kawasan Afrika, tapi coba lihatnya negara-negara Afrika lainnya yang ada di benua hitam tersebut seperti Ethiopia, Sudan, Kamerun, Sinegal, Rwanda, dan sebagainya. Most of the countries in Africa are underdeveloped. So, sama halnya dengan wanita. Wanita yang berumur 20-an, mungkin ada yang sudah dewasa atau developed or developing, namun secara umum wanita berumur 20-an masih belum berkembang, penuh konflik mencari jati diri.. hehe..So, that’s why woman in 20s is like Africa.
Wanita umur 30-an dikatakan sama halnya dengan negara India. Kalian tahu India itu seperti apa? Seperti yang kita tahu secara umum, India itu penuh dengan sejarahnya. Maksudnya adalah ada banyak hal yang patut dipelajari dari India. Dari adanya tokoh Mahatma Gandhi, beberapa tokoh penting dalam berdirinya Konferensi Asia-Afrika (Jawaharlal Nehru), berdirinya Taj Mahal dengan story-nya yang so sweet. India di dalam dunia internasional dapat ibaratkan sebagai anak macam yang siap menerkam, atau diam-diam menghanyutkan. Walaupun sepertinya India itu banyak penduduknya (1.098.57.839 jiwa, terbesar ke-2 dunia), tapi dari segi kualitas jangan disepelekan lho. India itu negara yang paling OK dalam bidang Informasi Teknologi (IT) di dunia. Banyak orang-orang India yang jadi ahli IT dan tersebar di sejagat raya ini. Nah.. wanita yang umurnya 30-an juga seperti India, sudah mulai berkembang namun full of mysteries..

Kalau mendengar nama negara Amerika Serikat (AS), apa sih yang langsung terbesit di kepala kalian? Otomatis negara yang superpower, perekonomian maju, sophisticated, kemiliteran yang modern, demokratis, dan sebagainya. Kalian tahu mengapa AS bisa seperi sekarang ini? Jawabannya tidak jauh-jauh dari sejarahnya atau proses yang telah negara adidaya itu alami. Tau sendiri AS merdeka tahun 1776. Perjalanan AS untuk menjadi sampai sekarang ini sudah sangat panjang dan telah melalui berbagai pengalaman nation building yang lama. Proses yang telah dialaminya telah mengajarinya berbagai hal teknis. Contoh simpelnya adalah konsep demokrasi yang selalu diagungkannya. Udah dari jaman baheula AS menerapkan konsep yang satu ini. Belum lagi nilai-nilai HAM yang selalu dirongrong ke seluruh negara di dunia, terutama negara-negara yang ada pelanggaran HAMnya. Artinya apa? Artinya AS sudah banyak pengalaman hidup bernegara, bermasyarakat, dan bertetangga (haha.. kayak PPKN ajah yak??!!!)
Sama seperti wanita umur 40-an yang dinilai sudah dapat dikatakan berpengalaman dalam hidup; sudah tahu berbagai macam tenik dalam menjalani kehidupan. Makanya juga disebut full of techniques seperti AS. Kalau di AS banyak UU atau traktat-traktat, kalau wanita mungkn sudah banyak pengalaman hidup, filosofi hidupnya sudah jelas, sudah bisa melihat lika-liku hidup seperti apa. Dan juga wanita yang sudah berumur 40-an pastinya dan kebanyakan sudah menikah dan melahirkan. So, seakan lengkapnya nilai dari wanita itu. Seakan sudah menjadi wanita yang sempurna (dari masih bayi-balita-anak-remaja-dewasa-ibu). Mungkin juga udah ada yang jadi nenek .. Lengkap sudah kan perjalanan seorang wanita dilihat dari perkembangan statusnya? Makanya ga heran juga jika wanita yang berumur 40-an itu banyak kasih nasihat, masukan, atau ajaran yang biasanya dilakukan oleh wanita yang sudah mempunyai anak alias seorang ibu. Mengapa? Karena seorang Ibu sudah tahu banyak hal. Sama seperti AS yang selalu memberikan doktrin demokrasi, HAM, liberalisasi kepada negara-negara underdeveloped, developing, atau negara-negara yang berkonflik. Karena AS dinilai negara yang mempunyai sejarah yang cukup panjang dan dianggap bisa membimbing negara lain melalui paham-paham yang diyakininya itu …
Kalau di Eropa, apa yang kalian nilai darinya? Wanita yang berumur 50-an dinilai sama dengan kawasan Eropa yang diartikan old fashion and interest. Orang Eropa itu kan klasik, jadul, kuno, ancient, tapi jangan diremehkan!! Dengan majunya jaman sekarang ini, nilai-nilai ataupun kebiasaan-kebiasaan yang telah tercipta pertama kalinya di Eropa (sebagai kawasan peradaban manusia juga) dinilai kuno atau jadul. Namun, apa yang dimiliki mereka itu adalah baik. Istilahnya ‘biar jadul tapi OK’ hehe. Biar udah umur 50-an, tapi apa yang diyakininya begitu idealist dan straight. Ga neko-neko. Maklum mungkin juga karena sudah tua ya.. Biasanya pemikiran wanita yang udah berumur 50-an itu suka ketinggalan dengan jaman sekarang. Apa yang diyakininya baik di jamannya dulu ternyata ketika dibawa ke jaman sekarang dinilai kuno banget. Ya.. ga jauh-jauh bedalah sama Eropa, sebuah kawasan yang old fashion and interest.

Bagaimana kalau wanita itu sudah berumur 60-an? Wah.. katanya kayak Alaska! Wanita yang udah 60-an berarti sudah nini-nini (baca: nenek-nenek). Kalau udah nini-nini jadi ngerasa simpati. Sebenarnya mereka itu penuh dengan pengalaman hidup. Dan biasanya paling enak diajak ngobrol atau curhat, soalnya mereka bisa merasakan apa yang kita rasakan (pengalaman pribadi nih..hehe..) Tapi, biasanya tidak ada orientasi lebih selain itu ke nini-nini. Sama seperti Alaska. Letaknya yang di ujung utara (ya.. ga ujung-ujung banget sih), atau yang deket antartica itu cukup menarik untuk diketahui, sebagai salah satu negara bagian AS. Siapa juga sih yang ga pingin tahu Alaska itu seperti apa? Alaska itu satu-satunya negara bagian AS yang letaknya cukup jauh dari AS daratan (istilah mana nih? hehe..) selain Hawaii. Tapi lagi-lagi saya katakana di sini, walaupun banyak yang pingin tahu, tapi sedikit orang yang pingin ke sana. dank arena itu juga dibilang: wants to know but don’t want to go.. Coz, tempatnya yang cukup jauh dan dinginnya area jadi pertimbangan orang pergi ke sana. Terlalu jauh seperti tidak ada yang deket ajah? Terlalu dingin seperti tidak ada yang lebih tropis ajah? hehe.. Kalau nini-nini, emang enak sih diajak ngobrol dan curhat, tapi jarang ada orang yang mau lebih deket ke mereka, apalagi laki-laki.. paling asumsi mereka: kayak kage ade yang lebih mude aje?? hehe.. jangan gitu dunk…

Now, how old are you? Me? Now, I’m 21. Berarti aku seperti Afrika duong?? It’s Ok, It’s Ok! Mau kayak Amerika kudu melewati fase kayak Afrika dulu. Jadi full of techniques pastinya berawal dari underdeveloped dulu kan??