Ardaiyene’s Weblog

November 11, 2009

Kepribadian Pria dan Wanita

Filed under: Reviews — by Ardaiyene @ 12:05 am

Secara kasat mata, pria dan wanita dapat dibedakan melalui fisik atau bentuk badannya. Itu sudah sangat jelas sekali. Namun ternyata, tidak hanya fisik saja yang bisa membedakan mana pria dan wanita. Kepribadian merupakan hal lain yang dapat membedakan kedua jenis gender tersebut.

Apa itu kepribadian?

Secara mudah, kepribadian dapat dikatakan sebagai corak tingkah laku sosial, corak opini dan sikap, tingkah laku yang terlihat (overt) dan tak terlihat (covert). Perlu dipahami pula bahwa tingkah laku manusia dipengaruhi oleh gerak gerik suatu badan. Sebagai contoh, orang yang kepribadiannya menarik akan diasumsikan bahwa ia mempunyai senyum yang ramah, gerak tubuh yang menarik, berbicara dengan gaya yang simpatik, dan sebagainya.  Sebaliknya, tidak mudah untuk membayangkan kepribadian yang menarik dari orang yang mempunyai badan yang (maaf) kurang sempurna dan wajah yang (lagi-lagi maaf) kurang menawan. Orang Yunani sangat memperhatikan kepribadian dengan menggabungkan keindahan tingkah laku dengan keindahan badan.

Fungsi alat-alat kelamin prian dan wanita berbeda dalam wkatu berlangsungya aktivitas. Buytendijk menganalisa perbedaan antara corak jasmaniah lelaki dan wanita dengan menguraikan motorik kedua jenis badan ini. Menurutnya, gerakan wanita mengalir seperti air sungai tanpa titik kritis, di mana satu langkah dihentikan dan mulai langkah baru. Sedangkan lelaki bergerak secara bertahap dengan langkah-langkah yang terpisah, seperti yang terlihat jelas dalam gerakan barisan tentara ‘mars’ dengan irama stakato.

Apakah kalian pernah mengamati bahwa wanita, misalnya, ketika mempunyai mobil akan cenderung untuk memeliharanya agar tetap tampak lebih indah dan bagus. Atau mungkin melihat pria sebagai seorang bapak yang menggunakan anaknya untuk tujuan sosial atau ekonomis. Fenomena seperti ini terjadi karena, menurut Buytendijk, motorik yang mengalir dari wanita mendasari alam pemeliharaan yang mana yaitu mempertahankan nilai-nilai keindahan, kebaikan, kebenaran, atau kegunaan. Sedangkan alam lelaki dengan motorik yang ‘bertujuan’ dunia pekerjaan. Analisa dari Buytendijk tersebut menjelaskan mengapa gerakan serimpi mempunyai sifat kewanitaan, mengapa urusan pakaian dan tata rambut adalah aktivitas orang yang memilih kewanitaan sebagai makna, sedang lelaki bisa menjadi tukang potong atau perwira.

Lelaki mengumbar rahasia, wanita menyimpan rahasia

Makna kewanitaan yang disebut oleh Buytendijk adalah kebatinan yang dirahasiakan. Sedangkan menurut Ortega y Gasset, yang mau mengenal wanita harus bergaul dengan dia sebagai pencinta dan hanya dengan demikian lelaki diindividualisasikan.

Wanita hanya membuka jiwanya untuk orang yang mengindividualisasikan dirinya, yang keluar dari kelompok penonton dan berhenti hdiup sebagai manusia umum. Dalam hal inilah, kata Ortega, jiwa wanita dan jiwa lelaki berbeda.

Lelaki hidup dalam pekerjaan umum seperti politik, kesenian atau perdagangan. Mereka menjadi kurang lebih seperti orang panggung. Yang paling baik dari lelaki adalah apa yang terbaik dari dirinya diberikan kepada khalayak ramai. Dengan demikian lelaki menjadi budak khalayak ramai. Namun, sikap wanita lebih mulia. Kebahagiaannya tidak tergantung dari orang banyak. Dia hidup seolah-olah dia sendirilah penonton, dialah yang menilai para pria dan menerima atau menolaknya. Sang pria merasa menerima imbalan kalau dia diperhatikan wanita.

Wanita adalah putri raja yang hidup dalam batinnya sendiri. Dia hidup bagi dirinya sendiri, tidak untuk khalayak ramai. Di muka umum dia hanya memperlihatkan topeng atau perhiasan mewah seperti pemain sandiwara memakai pakaiannya, hanya sebagai hal yang terlepas dari batinnya. Makin mewah perhiasan makin lebih banyak pria merasa bahwa mereka hanya boleh mendekati wanita itu sebagai penonton. Pakaian mewah dan perhiasan justru menyembunyikan batin wanita.

Buytendijk mengatakan bahwa lelaki tidak mempunyai rahasia. Batin lelaki dipamerkan, tetapi batin wanita disembunyikan. Lelaki mau mengekspresikan hal yang ada di dalam jiwanya, sedang wanita tak lain dari kebatinan yang dirahasiakan.

Kalau wanita jatuh cinta, dia menyembunyikannya dan sering pura-pura bersikap dingin. Ortega berkata, bahwa wanita kalau kaget lebih terkejut daripada lelaki karena wanita takut bahwa waktu terkejut perasaannya akan menjadi nyata. Gadis berumur lima belas tahun mempunyai lebih banyak rahasia daripada seroang ahli politik yang berumur lima puluh. Karena itu terjadi bahwa wanita menampakkan dirinya sebagai hal yang asing, yang jauh, yang distinction. Karena itu para pria tidak pernah selesai menguraikan ‘rahasia’ kewanitaan yang untuk penyair menjadi sumur yang tak pernah kering.

Wanita hanya akan dengan tegas menghentikan permainan itu kalau ada pria yang mengindividualisasikan dirinya. Baru kalau lelaki menjadi interesting, wanita akan mulai membuka batinnya. Itulah hasrat Don Juan yang tidak mencari kepuasan seks tapi merasa terharu kalau dia boleh membuka pintu batin istana kebatinan wanita.

Setiap lelaki dalam hatinya benci pada pelacur yang justru memamerkan kewanitaannya. Menjual dirinya pada khalayak ramai. Badan bisa memaksa lelaki ‘memakai’ pelacur tapi jiwanya benci pada sang sundal yang menjadi kontradiksi kewanitaan. Don Juan justru mencintai wanita suci yang merahasiakan hidup batin.

Semoga tulisan di atas yang saya rangkum dari buku “Kepribadian dan Perubahannya”  karangan M.A.W Brouwer dkk (PT GRAMEDIA, Jakarta 1980) dapat memberikan pemahaman lebih antara perbedaan internal pria dan wanita. Tidak bermaksud untuk membeda-bedakan, tetapi lebih memberikan sedikit pemahaman atau wawasan mengenai perbedaan yang ada menurut penulis buku tersebut.

June 2, 2009

Permintaan Maaf Menutup Lembaran Lama?

Filed under: Reviews — by Ardaiyene @ 7:53 am

Sorry Myspace Comments

“I’m sorry,”
It’s all that you can say
Years gone by and still
Words don’t come easily
Like “sorry”

“Forgive me,”
Is all that you can say
Years gone by and still
Words don’t come easily
Like “forgive me”
Forgive me..

(Boyzone: Can I Hold You Tonight?)

__

Seberapa sering Anda dibuat marah, kecewa, jengkel, kesal oleh orang lain? Dan seberapa sering pula Anda harus menerima kata ‘maaf’ dari mereka?

Permintaan maaf memang seringkali terlontar dari orang yang merasa telah melakukan sesuatu yang tidak mengenakkan, mengganggu, mengecewakan, dan semacamnya bagi diri kita. Dan kita pun seringkali harus mendengar perkataan itu berkali-kali lagi tanpa ada makna di dalamnya. Jika hanya permintaan maaf saja yang ada tanpa adanya kesungguhan di dalamnya, lantas hanya hampa yang akan kita terima.

Ada suatu paradoks di sini. Di satu sisi kita sering menemukan banyak orang yang menginginkan permintaan maaf dari lawannya yang dinilai telah merugikannya dengan mengatakan: “Kamu harus minta maaf padaku!” Dan ketika lawannya tersebut menolak untuk meminta maaf, maka orang tersebut lantas menjadi gusar dan kesal. Ia begitu menginginkan permintaan maaf dari lawannya tersebut. Atau, kita juga sering mendengar teman kita yang sedang kesal bergusar “Dia sadar atau tidak kesalahannya? Minta maaf saja tidak?!” Anda lihat betapa orang ini begitu mengharapkan permintaan maaf dari lawannya?! Orang yang menginginkan permintaan maaf akan cepat puas ketika lawannya telah menyatakan maaf kepadanya, karena memang itulah keinginannya walau lawannya itu bukan tidak mungkin untuk tidak bersungguh-sungguh meminta maaf darinya.

Namun di sisi lain, kita juga menemui beberapa orang yang berpandangan bahwa permintaan maaf itu tidaklah terlalu signifikan. Mereka berpandangan bahwa meminta maaf itu mudah dilakukan, bahkan berkali-kali pun orang sanggup melakukannya hanya untuk dapat dimaafkan. Namun yang menjadi pertimbangan di sini adalah, apakah ada kesungguhan dan niat untuk mengubah sikap di dalam permintaan maafnya? Dalam hal ini, sikap tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa mendatang menjadi acuan penting dari permintaan maaf seseorang.

Seyogyanya kita harus tetap menyadari bahwa permintaan maaf secara lisan ataupun tidak adalah sebuah cerminan niatan baik dari seseorang. Tidak ada salahnya pula ketika kita berfikir bahwa hanya dengan permintaan maaf sekiranya orang tersebut telah merasa bahwa ia telah bersalah dan mengecewakan kita. Hal itu sudah menjadi suatu indikasi yang positif dari lawan di mata kita tentunya. Namun, kita juga harus berfikir lebih jauh di mana sebuah permintaan maaf lisan ataupun tertulis hanyalah kata-kata yang terucap di bibir ataupun tertulis di suatu media saja.

Lihatlah permasalahan yang ada pada diri kita. Apakah permintaan maaf dari lawan kita dapat dikatakan memadai untuk jenis permasalahan tersebut? Jika permasalahannya kecil, permintaan maaf mungkin sudah cukup memadai. Namun, janganlah merasa heran jika ada orang-orang yang berniat jahat meminta maaf ke kita sambil meremas-remas tangan dan bahkan bertekuk lutut di hadapan kita sambil menyatakan penyesalan yang mendalam, tetapi sebenarnya ia tidaklah sungguh-sungguh meminta maaf? Hal ini memang sulit diidentifikasi karena siapa juga yang tahu hati dan niat orang?

Ternyata sekedar pemikiran bahwa permintaan maaf dari orang lain itu dapat menutup lembaran lama tidaklah selamanya benar. Pemikiran semacam itu ternyata salah satu pikiran beracun yang dapat merusak hidup kita. Demikian dikutip dari sebuah buku yang menurut saya cukup informatif dan menggugah pemikiran saya, yang berjudul “40 Pikiran Beracun yang Merusak Hidup Anda” karangan Arnold A. Lazarus, Ph. D. dan kawan-kawan. Buku ini mencoba menghadirkan sejumlah antitesis dari pemikiran-pemikiran yang biasanya mengendap dalam pemikiran yang sudah acapkali kita anggap positif. Contohnya adalah permintaan maaf yang sedang kita singgung di sini-di mana sebagian besar orang meyakini bahwa permintaan maaf dapat menutup lembaran lama. Tetapi ternyata tidak, antitesis yang coba dihadirkan yaitu bahwa suatu permintaan maaf tidak dapat serta merta menutup lembaran lama.

Menurut buku ini, bila orang yang benar-benar tegas merasa telah diperlakukan tidak pantas, mereka biasanya tidak begitu membutuhkan permintaan maaf (terutama yang kosong). Mereka hanya menyampaikan secara tegas dan terus terang bagaimana perasaan mereaka dan perubahan apa yang mereka inginkan mulai saat itu dengan mengatakan: “Apa yang bisa aku atau kamu lakukan untuk memastikan bahwa hal ini takkan terulang kembali?”

Yang harus diingat adalah permintaan maaf tetap menjadi suatu sikap yang mengandung nilai normatif dan baik adanya. Terlebih ketika permintaan maaf dilakukan secara tulus. Namun, yang perlu digarisbawahi adalah permintaan maaf yang kosong, yang tidak mengandung suatu niat baik dan perubahan sikap untuk ke depannya, akan menjadi tidak ada artinya. Kita juga harus memahami bahwa permintaan maaf mungkin hanya bisa membantu menjelaskan suatu perbuatan yang salah, tetapi tidak akan membatalkan kerusakan yang telah diakibatkannya. Yang terpenting adalah bukan meminta orang untuk meminta maaf kepada kita, melainkan meminta seseorang memperbaiki kesalahannya. Mengapa? Karena permintaan maaf hanya bisa bermanfaat hanya bila orang tersebut mau mengubah tindakannya.

Ingat! Permintaan maaf hanyalah kata-kata; tindakan korektif adalah hal yang terpenting!

February 6, 2009

Semarak IBB-MP XII, LC-MP V, & MD-MP II PPI Kota Yogyakarta 2008

Filed under: Reviews — by Ardaiyene @ 3:30 am

“Di sini aku, di sana kamu, di mana-mana kita saudara..” (salah satu yel-yel supporter)

GOR Kridosono Yogyakarta terlihat sangat crowded banget, nget, nget.. terlebih ketika para supporter selalu menyanyikan yel-yel untuk para pemainnya.. Emang ada apaan sih? Well, di Kridosono dari tanggal 24 – 31 Januari 2009 telah diselenggarakan Invitasi Bola Basket Merah Putih (IBB-MP) yang ke XII untuk kategori SMA/K dan MA se-Daerah Istimewa Yogyakarta. Event tahunan yang diselenggarakan oleh Panitia Lustrum III Purna Paskibraka Indonesia Kota Yogyakarta ini juga dimeriakkan oleh Lomba Cheersleader Merah Putih (LC-MP) ke V dan Lomba Modern Dance Merah Putih (MD-MP) ke II se-Kota Yogyakarta – dua kategori lomba yang ga kalah mendatangkan supporter yang rame banget..

dscf5157a

Rangkaian lomba ini sebenarnya telat diselenggarakan. Seharusnya IBB-MP, LC-MP, dan MD-MP diselenggarakan segera setelah Lomba Baris Berbaris Merah Putih (LBB-MP) dilaksanakan di penghujung tahun 2008. Tetapi karena satu dan lain hal, para pecinta basket SMA/K dan MA se-Daerah Istimewa Yogyakarta harus menunggu 2 bulan untuk menanti persiapan dari ketiga acara lomba yang termasuk besar ini… Saking ga sabarnya bahkan ada beberapa sekolah yang coba contact ke PPI Kota Yogyakarta dah bahkan ada Pelatih dan anak-anak SMA yang langsung mendatangi Sekretariat PPI Kota Yogyakarta segala lho untuk menanyakan event IBB yang kok belum datang undangannya??!!! Ya.. menurut saya sih wajar saja, karena event IBB-MP sudah menjadi kegiatan tahunan (sudah punya nama) dan ajang bagi mereka untuk mengetahui sportivitas kompetisi permainan Basket mereka. Dan untuk itu saya selaku salah satu Panitia Lustrum III PPI Kota Yogyakarta sekaligus mewakili teman-teman yang lain mengucapkan maaf atas keterlambatannya, tetapi toh kita dapat menjalaninya di awal tahun 2009… Alhamdulillah..

Walaupun telat muncul, tapi ternyata kami masih mendapat antusiasme yang luar biasa dari para pencinta basket, cheers, dan modern dance. Hal ini terlihat dari terpenuhinya kuota invitasi yang kami sebar, dan terlebih para supporter yang luar biasa hebatnya di tribun.. hehe…

Para Supporter yang menggemakan Sporthall Kridosono

Para Supporter yang menggemakan Sporthall Kridosono

Suasana di dalam GOR Kridosono memang penuh dengan sportivitas. Yang di lapangan konsentrasi dengan permainan basketnya, dan di atas tribun supporter terus-menerus menyanyikan yel-yel bagi sekolah-sekolahnya dengan drum-drum besar yang semakin menyemarakkan sporthall Kridosono itu… Bahkan suara yel-yel dan nyanyian-nyanyian dari para supporter terasa sangat keras sekali sehingga bunyi sempritan wasit jadi kurang bisa terdengar.. haha…

Rekor PPI sepanjang masa??

Walah.. emang kenapa kok dibilang rekor? Ternyata event IBB-MP XII telah banyak mendatangkan massa alias supporter ke Sporthall Kridosono. Saking banyaknya, Panitia yang bertugas di loket tiket sampai harus menutup loket karena Tim Keamanan mengatakan Sporthall Kridosono sudah tidak memungkinkan lagi untuk menambah penonton masuk ke dalam, alias sudah penuh sesak. Beuh.. Padahal itu masih hari ke-4 lho.. belum Semi Final, apalagi Final.. Alhasil loket tiket tutup, dan massa yang mau beli tiket pun masih ngantri puanjang di depan loket sambil teriak-teriak minta beli tiket. Bahkan ada yang memasukkan tangan mereka ke lubang loket yang menurutku saking kecilnya sampai mirip kayak rumahnya Jerry dalam Tom & Jerry.. hehe.. (Intermezo nih…). Ternyata dengan menutup loket saja belum cukup untuk meredakan massa yang terus memaksa masuk untuk melihat pertandingan yang hari ini terjadwal SMA Stella Duce 2 Vs SMA Stella Duce 1 yang kemudian disusul dengan pertandingan SMA Kollese De Brito vs SMA Bopkri 2. Beuh.. Gayeng tenan.. (kata temanku..) Jadwal pertandingan hari itu memang OKs banget buat supporter… Sampe-sampe Panitia rada kewalahan mengurusi massa yang pingin masuk ke dalam.. Loket tiket digedor-gedor (bahkan sampai mecahin kaca lho), yang di luar marah-marah, kecewa, dan sebagainya.. Sampai ga kuatnya merespon mereka dari balik loket tiket, akhirnya Panitia yang jaga di loket tiket sampai mematikan lampu dan pergi dari area loket.

Menyanyikan Hymne lagu sekolah seperti telah menjadi rutinitas bagi para pemain dan supporternya, seperti yang nampak pada supporter dan pemain dari JB ini seusai pertandingan..

Menyanyikan Hymne lagu sekolah seperti telah menjadi rutinitas bagi para pemain dan supporternya, seperti yang nampak pada supporter dan pemain dari JB ini seusai pertandingan..

Itu suasana di luar dan di dalam loket tiket Sporthall Kridosono. Bagaimana dengan suasana di dalamnya? Beuh.. ruamenya bejibun.. Bahkan sampai ada yang duduk di bawah, di pinggiran lapangan.. Ya… kita tahu bahwa Sporthall Kridosono tidak terlalu besar, karena itu dengan massa yang sebanyak itu (dengan 24 bendel tiket terjual, @ 100 lembar), Sporthall Kridosono terlihat begitu ramai sekali.. Pasar aja kalah kali yha?? haha… Saking ramenya, salah satu sekolah yang akan bertanding malam itu sempat mengatakan tidak akan mulai bertanding jika masih ada penonton yang duduk di pinggir lapangan. Alhasil pertandingan molor setengah jam untuk menetralkan lapangan dan mengurusi penonton agar pindah duduk di tribun.. Masalahnya adalah supporter dari pertandingan awal tidak pergi, sedangkan supporter dari pertandingan yang baru mau dimulai sudah menunggu untuk masuk.. Dan Panitia pun tidak bisa mengusir supporter begitu saja, karena mereka punya hak yang sama untuk melihat pertandingan.. wuih..

so crowded..

so crowded..

Banyak teman-teman Panitia yang mengatakan kalau baru pelaksanaan tahun ini acara IBB bisa penuh seperti itu bukan di malam semi final dan final dan telah berhasil menjual berpuluh-puluh lembar tiket hanya dalam satu hari. Bahkan pernah sempat kehabisan tiket untuk dijual loh.. Beuh… Seumur-umurnya PPI Kota Yogyakarta, ya baru kali ini bisa kejadian kayak gini.. ckckck.. salut deh.. saluuuuttt…

Daiyene jadi apa?

Hoho.. Kalau saya sih di kepanitaan IBB jadi pembantu umum ajah.. Kadang di pintu masuk depan nyobekkin karcis supporter, kadang nimbrung bantuin nggeledah tas supporter, kadang juga jadi penonton (lho.. hmmm…), dan yang terakhir-akhir ini saya jadi sering bantuin teman-teman di loket tiket.. haha.. Jujur, sebenarnya grogi ajah kalau di loket soalnya bertransaksi dengan uang secara langsung.. Maklum kadang suka lemot mikir uang kembalian.. khususnya waktu semifinal yang harga tiketnya naik dari Rp 3000 per orang jadi Rp 3500 per orang. haha.. ketauan deh kelemahan anak Fisipol.. Tapi.. so far.. so good kok..

jaga loket hyukss...

jaga loket hyukss...

Bantuin di loket tiket itu sebenarnya menegangkan. Gemana enggak? lha di atas tempat loket itu adalah tribun penonton yang hanya berlapis kayu saja. Tau sendiri kan penonton atau supporter itu selalu jejingkrakkan kalau liat pertandingan? Lha, yang di bawahnya (alias kita-kita yang jaga loket tiket) yang sengsara.. Bahkan ada yang ketetesan air minum, rokok, kertas-kertas guntingan kecil, bahkan kejatuhan serpihan atap pembatas tribun dengan atap loket yang sudah retak, pecah, dan terlihat sudah kudu diganti itu. Sengsara deh.. Maklum tempat loket tiket itu sebagai base camp Panita juga: ya tempat naruh tas, naruh helm, tempat makan, tempat sholat, tempat nggosip, tempat apa lagi ya? haha..

Liat Cheers Nyok…

Ketika loket ditutup untuk yang kesekian kalinya, itulah saatku untuk bernafas sejenak memikir angka-angka dan keluar dari tempat yang terasa sempit itu. Akhirnya aku liat Lomba Cheersleader (LC) dan Modern Dance (MD) yang baru aja dimulai sekitar pukul 5 sore sampai pukul 7 malam. Dari sekian banyak partisipan LC dari sekolah-sekolah yang ikut, yang aku suka cuma satu: De’ Peav Mania, dari SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. SMA PL ini mengirim peserta cowoknya sebagai peserta LC, satu-satunya dari semua peserta Cheers yang ikut. Dan.. haha.. konyol banget dah ngeliatnya.. Dari kostumnya yang lucu abis dengan kaus kaki belang-belang zebra, ada yang pakai bando, topi tamasya, syal, tank top, rok pendek, baju di atas pusar, haha.. tapi di situlah lucunya, sampai gerakan cheersnya yang aneh-aneh wae.. haha..

Ternyata tidak hanya cewek saja yang bisa Cheers, tapi cowok pun juga mampu. Sebenarnya saya sudah lihat ada cheers cowok secara langsung di event IBB-MP tahun 2007. Mereka cukup menarik perhatian penonton dengan atraksinya (hehe… termasuk aku). Dan mereka pun juga tidak mau kalah dengan membawa pom-pom dan menunjukkan atraksi cheers yang sebenarnya, seperti membuat piramid dan melempar salah satu temannya ke atas atau ke arah lain (duh, aku ga tau deh itu namanya apa.. tapi menurutku cukup amazing.. karena beda sama cheers cewek yang lain). Haaahh.. mereka sanggup membuat penonton tertawa terbahak-bahak dan sanggup membuatku begitu lelah ketawa.. I love this show because they could make me laugh out loud..

The Winners

Sebagai informasi sekaligus penutup dari tulisanku ini, pemenang dari IBB-MP XII ini untuk kategori putra yaitu SMA Bopkri 2 Yogyakarta (Juara I), SMAN 2 Bantul (Juara II), dan SMA Pangudi Luhur (Juara III), dan untuk kategori putri yaitu SMA Bopkri 2 Yogyakarta (Juara I), SMA Stella Duce 1 Yogyakarta (Juara II), dan SMA Santa Maria (Juara III). Untuk Lomba Cheersleader dijuarai oleh SMAN 11 Yogyakarta. Sedangkan untuk Modern Dance – nya dijuarai oleh SMA N 3 Yogyakarta.

Pemenang Modern Dance "Merah Putih" II

Pemenang Modern Dance "Merah Putih" II

Selamat bagi para pemenang.. dan sampai bertemu dalam Invitasi Bola Basket “Merah-Putih” XIII, Lomba Cheersleader “Merah-Putih” VI, dan Lomba Modern Dance “Merah Putih” III 2009 mendatang…

January 29, 2009

Romantisme Obama & Michelle

Filed under: Reviews — by Ardaiyene @ 6:18 am

slide_391_10399_large3

Terpilihnya Barack Obama menjadi Presiden AS ke-44 telah dirayakan secara gegap gempita oleh seluruh dunia. Perjuangan yang telah dilakukan oleh Obama pun tidak sia-sia. Dari pemilihan awal sampai kampanye yang menurut saya pasti sangat melelahkan itu, Obama tetap berjuang agar dirinya dapat terpilih. Michelle Obama, istrinya, pun turut membantunya berkampanye, at least to raise fund for her beloved.

Tidak dapat dipungkiri bahwa terpilihnya Obama menjadi seorang Presiden kulit hitam pertama AS ini telah menaikkan pamornya. Berbagai media, dari dalam ataupun luar AS, mulai menyoroti segala sisi dari diri Obama dan keluarganya. Tidak heran pula banyak media yang menyoroti hubungannya dengan Michelle Obama, The First Lady of The United States for now . . .

Obama dan Michelle dansa saat jamuan makan malam seusai Pelantikan Obama menjadi Presiden AS ke-44

Obama dan Michelle dansa saat jamuan makan malam seusai Pelantikan Obama menjadi Presiden AS ke-44

Sebenarnya saya heran, tetapi saya juga suka dengan apa yang diberitakan oleh media. Saya melihat bahwa efek samping dari terpilihnya dan dilantiknya Obama adalah sorotan media mengenai hubungannya dengan Michelle dan juga kedua anak perempuannya yang masih sangat muda itu – Malia dan Sasha. Hal ini terlihat dari diberitakannya awal bertemunya mereka sampai akhirnya menikah. Media juga banyak menyorot bagaimana pasangan ini saling bahu membahu dalam mengumpulkan dana bagi kampanye Obama. Kebersamaan Obama-Michelle lantas menjadi santapan bahan berita bagi media. Berita terakhir yang saya dapat yaitu ketika pada acara jamuan makan malam seusai pelantikan Obama. Pada saat itu, telah diagendakan ada saat ketika Obama dan Michelle berdansa berdua. Michelle terlihat begitu anggun dengan gauh putih satu-pundaknya yang sebelumnya telah menjadi bahan ramalan-obrolan-tebakan bagi para pengamat fashion yang tertarik mengomentari semua pakaian ataupun gaun yang dikenakan Michelle.

Saya jadi bertanya-tanya, apakah hal ini juga terjadi dan media juga melakukannya pada mantan Presiden Bush, mantan Presiden Clinton, dan mantan-mantan Presiden AS sebelumnya? Hmmm, I’m not quite sure! Terlebih Bush… sepertinya tidak sedetail itu media mengorek hubungannya dengan Laura Bush seperti bagaimana media menyorot Obama-Michelle sekarang.

Bagaimana tidak? Terkadang saya merasa bahwa ‘kok pemberitaannya jadi mengarah ke hubungan Obama-Michelle?’ Seakan-akan mereka adalah artis Hollywood yang patut disorot. Padahal lebih dari itu, mereka adalah pasangan yang baru naik tampu pemerintahan AS. Ekspektasi dan pertanyaan saya: Mengapa pemberitaan di media tidak sedikit lebih fokus pada kebijakan-kebijakan politis dan ekonomisnya Obama saja? Ya.. pertanyaan itu kadang selalu muncul di kepala saya. Tapi anehnya, saya jadi tertarik mengetahui kedua pasangan ini.

obama-michelleYa.. seperti yang telah saya bilang tadi. Pemberitaan di media mengenai Obama secara tidak langsung juga menampilkan sisi romantisme Obama dengan Michelle. Banyak media yang menampilkan video ataupun foto kebersamaan mereka dalam berkampanye; keintiman keluarga mereka dengan kedua anak perempuannya; kemesraan mereka di atas panggung; bahkan ketika Obama telah resmi menyandang sebagai Presiden AS, Obama dan Michelle diberi kesempatan untuk berdansa berdua pada acara jamuan makan malam.. Oh.. So Sweet (hmmm…. kapan ya bisa kayak mereka? Walah!! Hush..Hush..Hush.. —mencoba tersadar dan menghilangkan khayalan ga jelas di atas kepalaku—haha…)

Obama-Michelle jadi terlihat sebagai pasangan yang sangat serasi dan sekaligus menjadi contoh bagi pasangan-pasangan yang lain (including me, maybe? haha..). Banyak orang yang menyebut Obama-Michelle adalah working couple. Mereka sama-sama punya karir, dan mereka pun bertemu di sebuah tempat kerja. Namun, apa yang dijalani masing-masing tidak menjadi penghambat bagi keduanya. Setelah menikah mereka menjalani pekerjaan mereka sama seperti sebelum menikah.

Sekarang, biarkan saya menceritakan bagaimana Obama dan Michelle bisa tertarik satu sama lain. Awal mereka bertemu adalah di sebuah instansi yang secara tidak langsung menghubungkan mereka. Michelle (Sarjana Hukum) yang kala itu berada di suatu instansi hukum sedang bekerjasama dengan instansi yang dipimpin oleh Obama. Sebenarnya Obama tidak begitu tertarik dengan corporate law – suatu lahan yang digeluti Michelle, tetapi yang membuat Obama tetap berhubungan dengan instansi hukum Michelle adalah karena Obama sendiri punya lebih banyak interest ke Michelle itu sendiri dari pada ke instansi hukum tersebut. (hmmm, finally I’ve got the message here! haha)

See how romantic Obama is! He is choosing white roses for his beloved, Michelle

See how romantic Obama is! He is choosing white roses for his beloved, Michelle

Sedangkan Michelle sewaktu bertemu dan mendengar nama Barack Obama merasa aneh. Michelle beranggapan: What kind of name is that?? Tapi, ternyata ketidaksukaannya itu membuahkan rasa kagum pada Obama. Michelle sendiri mengakui kalau dirinya kagum kepada Obama dengan alasan yang sama dengan yang lain yang menghormati dan kagum pada Obama, yaitu: his connection to people. Yah, Obama memang pintar menjalin hubungan dengan orang. Tapi setidaknya Obama sempat merasa gagal melakukan hal itu ketika ajakan dating-nya ke Michelle berbuah penolakan terus-menerus dari Michelle selama sebulan (Wuihhh, Michelle OKs banget dah!!!) Tapi, karena sudah sebulan lamanya, akhirnya Michelle menerima ajakan jalan bareng bersama Obama. Yang mereka lakukan adalah mengunjungi art institute, makan siang di sebuah outdoor café, jalan-jalan, mengobrol, melihat film Do the Right Thing, dan menikmati minuman di lantai 99 John Hancock Building. Mereka menghabiskan waktu seharian penuh melakukan itu semua. Dan di akhir kencannya, Michelle (dalam wawancaranya dengan Suzanne Malyeau-CNN Interview) mengatakan: We clicked right away.. by the end of that date it was over.. I was sold. (Beuhhh…. langsung jatuh hati deh..)

Sekarang, siapa yang tidak mengagumi Obama, seorang pria hitam manis, politikus dengan pemikiran yang baik dan santun dan dengan balutan kesederhanaannya ternyata begitu menyayangi keluarganya. Siapa yang tidak melirik Michelle, seorang wanita tinggi, pintar, pengertian, menarik, dan low profile ini ternyata bisa mengimbangi suaminya yang seorang politikus, rela mengorbankan karir, posisi, dan jabatannya untuk mendampingi Obama dalam mengarungi pemerintahannya yang masih baru. Dalam menjalani pemerintahannya Obama dan Michelle sepertinya akan terus diharumi oleh nuansa romantisme mereka berdua dan kedua anaknya.. Bukankah menarik melihat seorang Presiden AS yang terlihat begitu intim dengan keluarganya??

Obama and Family

Obama and Family

Good Relations with Others…

Filed under: Reviews — by Ardaiyene @ 4:56 am

Nonton Talkshow di TV beberapa waktu yang lalu, telah memberikan saya sedikit pencerahan. Dari acara Talkshow itu, saya mendapatkan tips yang cukup bagus buat kita semua. Dari Talkshow tersebut, saya mungkin dapat memetik 3 hal yang saya akan jabarkan di bawah ini, for our own good relations with others..

Siapa bilang menjalin hubungan itu mudah? Apakah ada jalinan hubungan yang luput dari krikil-krikil kecil atau satu masalah kecil sekalipun? I don’t think so! Terkadang kita ribut dengan mereka, terkadang kita marah dengannya, terkadang kita tidak sepaham, kecewa, dan hidup dalam pikiran kita masing-masing yang mana ujungnya bisa berakibat buruk. Dalam menjalin hubungan dengan orang lain, entah itu keluarga, sahabat, kenalan, pasangan, rekan kerja, atasan, atau siapa saja, ada beberapa hal yang setidaknya dapat kita jadikan pedoman agar hubungan kita dengan orang tersebut dapat terjaga dengan baik.

Menurut perbincangan di acara Talkshow tersebut dapat diringkas bahwa dalam menjalin hubungan dengan orang lain yang perlu diperhatikan dan diingat adalah:

Peka terhadap orang

Manusia diciptakan berbeda. Fisik, sifat, nasib, jodoh, rezeki, semua berbeda. Nasib dan karakter dari orang yang terlahir kembar saja bisa berbeda kok!! So, pekalah terhadap orang lain, terutama karakter ataupun sikap yang mereka miliki. Kalau mau hubungannya baik-baik saja, cobalah mengerti orang. Rasakan apa yang mereka rasakan, dan cobalah untuk mengerti.

Damai dengan ketidakpastian

Percayalah bahwa ketidakpastian itu akan selalu hadir di saat yang tidak kita duga sekalipun. Mungkin ada kalanya kita hanyut dalam lamunan atau keyakinan bahwa hidup kita akan baik-baik saja, atau dalam hal ini kita melakukan discounting information atau discounting future (mendiskon nilai-nilai informasi ataupun masa depan yang seharusnya kita perhatikan). Ketika kita merasakan seperti itu, ada baiknya kita tersadar dan kita harus ingat bahwa segala sesuatu itu bisa terjadi di dunia ini. Orang bijak mengatakan: kehidupan itu seperti roda, di mana kadang kita berada di atas, tetapi kita juga bisa berada di titik yang paling terendah dari roda kehidupan itu sendiri. Hal-hal yang tidak diantisipasi dapat berbuah ketidakpastian untuk diri kita sendiri. Biar tidak sakit hati banget, ya diantisipasi aja… dan berdamailah dengan ketidakpastian… hidup itu dinamis, bung!!

Kejujuran dalam berkomunikasi

Komunikasi sepertinya jadi andalan dalam menjalin hubungan dengan siapapun: orang tua, saudara, teman, pasangan, kerabat, dan sebagainya. Yang terpenting adalah kejujuran dalam berkomunikasi. Ungkapkan apa yang perlu diungkapkan. Biarkan orang lain tau apa yang kau rasakan. Kamu tidak suka, bilang saja. Dan jangan ragu untuk memberikan pujian terhadap orang lain. Jangan ada dusta di antara kita (wah…pas banget kan?).

Semoga bermanfaat …

Powered by WordPress.com