Ardaiyene’s Weblog

July 7, 2009

NEW RULE dalam Sido Akur: Masak per Klaster buat Sarapan se-Unit

Filed under: Memories — by Ardaiyene @ 12:08 pm

What??

Itulah respon pertama dalam hatiku ketika aku mendengar berita baru dari Kormanitku, Mas Sumaryanto. Ketika baru akan berkunjung ke Mas RT 18 Kaliurang Barat, tiba-tiba Mas Sumar memberikan kabar kalau ada aturan baru nantinya setelah pemilu di dalam pondokan. Mas Sumar mengatakan bahwa akan ada giliran buatu nyiapin makanan untuk sarapan setiap harinya yang akan dilakukan perklaster setiap empat hari sekali (karena ada empat klaster).

*Dwwaaaaaaaaaaannnnngggggggggg, duh… duh… bisa masak apa aku??

Jadi gini, di pondokan Sido Akur, yang dihuni oleh 29 mahasiswa (satu unit), itu mempunyai sistem makan yang sebenarnya disiapkan atau dimasakin oleh pemiliknya untuk dua kali makan dalam sehari, yaitu untuk makan siang dan malam hari saja. Untuk makan pagi kita makan atau masak sendiri. Nah, selama seminggu di dalam pondokan tersebut, yang menyiapkan sarapan pagi adalah mbak-mbak dari Pertanian yang emang udah jago dan mumpuni dalam memasak (ehhee, harus berguru nih..). Tapi entah mengapa tiba-tiba ada new rule tersebut.

Ada beberapa teman perempuan yang setuju dengan new rule tersebut. Karena kalau difikir-fikir masa’ iya selama 2 bulan di sana setiap pagi sie Konsumsi melulu yang nyiapin sarapan paginya? Kenapa tidak coba digilir saja? Pada dasarnya saya setuju. Memang harus ada pembagian atau rule seperti itu, sama seperti aturan-aturan lain sebelumnya yang sudah kami tetapkan (jadwal piket, jadwal cuci piring, jadwal piket di kelurahan, dan sekarang… jadwal masak).

Menantang!

Udah deh… sewaktu new rule ini disampaikan ke teman-teman sewaktu rapat unit, yang ada di benakku hanya: “mau masak apa ya??” Ting..ting..ting.. pikiran mulai berkelanan mengenai menu masakan untuk pagi hari.. yang enak apa, yang cocok apa buat teman-teman se-29 orang. Waduuh, belum pernah seumur-umur nyiapin masakan buat segini porsi.. ckckckck.. Berhubung saya jadi Kormater soshum di unit saya, jadi merasa pusing sendiri mikirin menu.. Tapi tak apalah… Untung ada 8 orang di Klaster soshum.. *Bisa..Bisa..

Jiahahahaha… setelah dengar-dengar dan konsultasi dengan sie Konsumsi, ternyata biasanya mereka menyiapkan mulai dari jam 4 pagi. Waduuuh, kalau saya sih gak papa dipaksa bangun jam segono… tapi anak-anak buahku dah pada bangun lum ya..? eng..ing..eng.. Haduh, belum bisa kebayang deh besok pas masak bareng bakal seperti apa dapurnya, bakal ramai kayak apa, dan bakal berasa seperti apa masakannya. Belum kebayang..

S6000026 (2)

Rapat cepat terbatas Klaster Soshum Unit 20. Salah satu agendanya adalah menentukan menu sarapan >_<

Setelah dihitung-hitung, ternyata kurang lebih Klaster Soshum bakal dapat giliran nyiapin makan pagi sebanyak 14 kali alias 14 hari. Waduh..waduh..waduh… lagi-lagi bingung menunya.. ahahahha… Gampanglah.. digilir aja menunya dari pertama.. hahahaha… Tapi, walaupun bingung, Klaster Soshum udah paling dulu yang ngajuin menu ke Sie Konsumsi. Setidaknya udah ada menu yang masuk untuk 4 kali giliran masak ke depan. Tinggal menyiapkan tenaga dan potensi masing-masing.. ahahaha..

Pesan dari Klaster Soshum: Maklumilah segala kekurangan menu masakan sarapan pagi kami jikalau kurang memuaskan yaaaaa….^^

Hiyeeeeyyy, Klaster Soshum siap melaksanakan new rule ini! Bersemangat!

June 30, 2009

Awal KKN-ku..

Filed under: Memories — by Ardaiyene @ 5:23 pm

Mereka adalah kakak-kakak KKN, yang membantu masyarakat dan tempat ini agar lebih maju..

Kurang lebih begitulah persepsiku ketika masih kecil mengenai mahasiswa yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata atau biasa dikenal dengan KKN. Mereka terlihat begitu intelektual sebagai mahasiswa perguruan tinggi yang sedang mencoba memberdayakan masyarakat desa dengan ilmu-ilmu yang telah mereka dapatkan selama di bangku kuliah. Mereka  melakukan berbagai macam program untuk membantu kemajuan desa yang mereka tempati dan jas almamater yang selalu mereka kenakan terlihat begitu keren di mataku dulu.. (oh.. yeah..)

Dan Hey… ternyata sekarang saatnya bagiku untuk menjadi mahasiswa KKN…!

Tidak terasa, apa yang sepertinya baru aku imajinasikan, bayangkan, fikirkan tentang masa-masa KKN yang suatu saat saya akan jalani ketika masih kecil dulu ternyata sekaranglah telah tiba saatnya.. Begitu cepat sekali rasanya… Saya telah menginjak akhir dari semester enam di bangku perkuliahan Fisipol UGM, dan sekaranglah saatnya mengikuti 3 SKS “wajib” untuk dapat mengambil 6 sks Skripsi, yaitu KKN..

Awalnya, saya berniat untuk mengambil KKN reguler di universitas. Saya berniat untuk tidak meribetkan diri dalam segala urusan KKN yang berkaitan dengan dana KKN. Dan fikirku, KKN reguler lebih menantang karena selain tempatnya yang baru, teman-teman yang didapat juga baru. Beda dengan KKN tematik yang mana kita bisa memilih teman satu unit KKN kita sendiri.

Namun ternyata, Tuhan memberikan jalan kepada saya untuk mengambil KKN tematik bersama beberapa teman SMA saya. Walaupun jumlah teman yang saya kenal di dalam unit KKN saya sekarang hanya tiga orang, saya lantas menganggap bahwa masalah teman itu sama saja. Mau teman lama atau teman baru sama saja, yang terpenting bagaimana kita mengadakan koordinasi dengan teman satu unit. Toh ternyata saya dapat berkoordinasi dengan teman baru dalam satu unit saya lebih baik dari yang telah saya ekspektasikan.

Saya mencoba melihat dan menimbang-nimbang sendiri bahwa inti dari KKN adalah sama, yaitu pengabdian. Mau di mana tempatnya dan sama siapa saja temannya, di KKN inilah tempat dan waktu kita untuk bisa menerima dan menjalankan itu semua. Setelah terlibat dalam rapat koordinasi unit KKN tematik, saya melihat bahwa KKN reguler dan tematik mempunyai plus dan minusnya masing-masing. Karena itu, tidak perlu diperhujatkan secara mendalam. Just take the essence of it! Seperti yang dibilang oleh salah satu kakak angkatanku dulu yang mengatakan bahwa KKN itu intinya adalah have fun dan bagaimana kamu bisa berbaur dengan warga dan membantu mengembangkan potensi mereka. Jangan dibuat susahlah… (begitulah katanya..)

And here I am in KKN-PPM Kaliurang… Unit 20!!

Wow.. senangnya sudah memiliki unit KKN tematik sendiri. Saya begitu bersemangat untuk menghadiri rapat KKN dan mengikuti alur pembicaraan dan progressnya.. Sungguh menyenangkan untuk menggeluti hal ini.. Saya mendapatkan teman-teman yang cukup menggembirakan.. Penuh canda tawa.. Mereka bisa menjadi obat kejenuhanku akan urusan perkuliahan..

Memang benar apa kata temanku. KKN ini banyak memberikan pendewasaan bagi diri kita. Belum KKN saja, pendewasaan kita sudah mulai diuji. Misalnya saja dapat dilihat dari bagaimana respon dan sikap kita terhadap hal-hal yang oleh sebagian besar mahasiswa menyulitkan administrasi KKN, bagaimana koordinasi antarteman satu unit untuk membicarakan masalah sponsor atau dana, bagaimana kesanggupan waktu terbatas yang kita miliki untuk dapat sedikit diluangkan hanya untuk membicarakan progress KKN kita, dan sebagainya. Semua memerlukan tenaga, waktu, serta pikiran yang benar-benar serius untuk KKN ini. Tak pelak, banyak mahasiswa yang merasa sungguh ribet dan akhirnya terlampiaskan dengan amarah dan keluhannya… “Kenapa hanya 3 SKS saja bisa seribet ini?”

Kelompok unit ku pun tak luput dari permasalahan pra-KKN. Banyak hal. Dari permasalahan urusan sponsor yang tidak jelas siapa yang harus bergerak dan harus bagaimana, teman-teman satu unit yang sulit sekali dikumpulkan semua untuk membicarakan hal-hal yang cukup substansial dalam KKN, seleksi alam anggota (ehehee), dan belum lagi ada kasus salah satu teman unit kami yang terlempar dari daftar anggota unit 20 dan harus diurus dengan prosedur yang bikin ‘aarrrgggghhhhhh’, dan masalah prosedural kecil-kecil dari ‘instansi’ tersebut yang sifatnya dadakan! Bayangin saja, saya pernah baru tahu ada rapat Kormanit, Kormasit, dan Kormater satu jam sebelum rapat tersebut dimulai. Padahal saya telah berencana untuk survey tempat KKN bersama teman-teman satu unit di jam yang sama. Alhasil, rencana survei diundur..

Yah, semua itu telah kami alami selama pra-KKN (what else?)

Dan hari ini.. tepatnya pagi ini jam 07.30 tepat nanti adalah waktu di mana Bapak Rektor UGM kita akan melepas para peserta KKN-PPM UGM antarsemester 2009 di Balairung UGM. Akan ada ribuan mahasiswa yang siap diterjunkan ke lokasi KKN yang telah ditentukan atau diajukan. Penerjunan mahasiswa KKN ke lokasi masing-masing tidaklah sama. Sebagian besar diterjunkan pada tanggal 2 Juli 2009 mendatang, tetapi ada juga yang diterjunkan tanggal 6 atau tanggal 10 Juli (sesuai keperluan dan kesepakatan bersama, khususnya Dosen Pembimbing Lapangan-nya).

Sebagai awal dari KKN ini, saya ingin berharap kelancaran dan kesuksesan bagi proses pengabdian kami selama dua bulan di tempat lokasi kami-Kaliurang. Semoga bisa bermanfaat, bermakna, dan memberikan pengalaman yang tak terlupakan. Sukses!!! =)

“Menentukan tujuan adalah aspek terpenting dari semua rencana kemajuan dan pengembangan. Itu adalah kunci untuk semua kepuasan dan pencapaian (Kalender Els 2008).”

May 9, 2009

PENTAS UJI SISWA: GOLEK SULUNG DAYUNG

Filed under: Memories — by Ardaiyene @ 2:30 am

Sudah sejak pertengahan tahun 2008 saya mencoba belajar tari jawa klasik, khususnya Jogja klasik. Diawali dengan belajar privat dengan mengenal ragam tari yang begitu dasar, kemudian belajar tari jawa klasik yang paling sederhana. Di penghujung tahun 2008 saya kemudian beralih privat di Ndalem Pudjokusuman bersama dua orang teman saya. Di sana saya belajar tarian baru yang notabene masih jawa klasik dengan salah seorang penari senior (Ibu Sas) di Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Marwadha (YPBSM) Pudjokusuman. Setelah belajar tarian Sari Kusuma, dan mendapatkan setengah materi dari tarian Golek Sulung Dayung, saya bersama kedua teman saya mencoba untuk masuk ke dalam kelas reguler di YPBSM tersebut.

Di kelas reguler tersebut akhirnya saya masuk ke dalam kelas Golek Sulung Dayung. Kami latihan di Pendopo Ndalem Pudjokusuman. Setelah empat bulan latihan dengan mengenal ragam, irama, dan melatih kepekaan rasa dalam tarian, kami harus mengikuti suatu penilaian tarian tersebut dalam rangka kenaikan tingkat. Dalam kelas saya, ada dua kali penilaian. Pertama, penilaian oleh guru kami yang mengajar, kebetulan guru saya waktu itu adalah Mbak Itut. Di penilaian ini, bisa dikatakan semacam gladi resik namun diambil nilainya. Kami tampil dalam suatu kelompok kecil yang terdiri dari 5-7 orang dengan menggunakan perlengkapan kain dan sunder saja (tanpa kostum asli). Namun, dalam waktu satu bulan kedepan ternyata akan diadakan Pentas Uji Siswa untuk seluruh siswa yang mengikuti kelas regular di YPBSM dengan kostum lengkap dan bersifat umum, dapat dilihat oleh keluarga, teman, ataupun masyarakat lain. Pentas Uji Siswa ini adalah bentuk penilaian (kedua) yang notabene dilakukan untuk menguji siswa untuk dapat tampil di depan publik, dan tentunya di depan para pemberi nilai.

Tanggal 27 April 2009 kemarin, adalah jadwal saya untuk tampil dalam Pentas Uji Siswa tersebut bersama kedua teman saya. Kami tentunya membawakan tarian Golek Sulung Dayung dan kebetulan kelompok saya adalah kelompok pertama yang maju satu tari Srimpi setelah break adzan magrib. Berhubung belum pernah melakukan ujian semacam ini, saya merasa begitu demam panggung (benar-benar tidak bisa dielakkan). Yang saya lakukan hanya mencoba tenang dengan berdoa, tertawa-tawa dengan teman, dan berfoto-foto ria di backstage bersama teman-teman untuk mengusir rasa panik sembari menunggu giliran maju. Dan akhirnya waktunya pun datang juga…

S6000308c

Tari Golek Sulung Dayung sebenarnya mengisahkan seorang gadis yang sedang beranjak dewasa sehingga ia mulai gemar bersolek, memperindah dirinya. Gadis itu membayangkan bahwa akan ada seorang pangeran tampan datang dan menyatakan cinta. Sungguh jiwa gadis itu berderu bak gelombang lautan.

Alhamdulillah semuanya berjalan dengan baik. Tetapi, ternyata mau nari siang, sore, ataupun malam hari seperti waktu pentas itu, tetap saja saya cukup mengeluarkan banyak keringat. Saya kira hawa habis hujan di sore hari menjelang malam itu dapat membuat saya merasa adem dan tidak akan mengeluarkan keringat. Tetapi, ternyata tidak. Gerakan dalam tarian yang iramanya dinamis ini cukup membuat diri saya merasa hangat melakukannya.

April 9, 2009

Perjalananku Menuju Persyaratan Log In KKN-PPM UGM 2009 (Day 3-Finished)

Filed under: Memories — by Ardaiyene @ 12:06 pm


Rabu, 08 April 2009

Mau tak mau daku harus kembali mendatangi GMC untuk benar-benar cek kesehatan di sana. Jam 8 pagi pun saya sudah berangkat dari rumah. Dan ya.. sama seperti kemarin, GMC pun juga sudah ramai. Ketika saya datang pun, mahasiswa yang telah mengambil blangko pemeriksaan kemarin telah mengumpulkannya di meja petugas di Sayap Selatan dari Gedung GMC. Sudah ada setumpuk sendiri dan mahasiswa pun juga sudah pada duduk-duduk di sana menunggu untuk dipanggil. Padahal pelayanan baru dibuka jam 10 pagi..

Apa daya, saya pun mengikuti arus saja dengan menumpuk berkasku di sana. Dan menunggulah saya. Sebenarnya sembari menunggu saya sudah berencana dengan teman satu KKN saya untuk membahas masalah program dan anggaran KKN di GMC. Tetapi entah kenapa sejak dia pergi makan dengan temannya rencana itu pun jadi pupus. Ya.. jangan salahkan bunda mengandung lah kalau gitu…

Akhirnya saya duduk kalem aja di sana walaupun sebelum itu ada pengumuman dari salah satu pihak GMC yang mengatakan bahwa akan lebih baik jika mahasiswa datangnya siang atau sore saja, jadi tidak perlu mengantri dan berdiri lama panas-panas di luar. Mereka juga meyakinkan dan menjamin mahasiswa bahwa mahasiswa akan tetap dilayani sesuai dengan nomor blangko hari itu sampai jam 4 sore. Secara tidak langsung pernyataan beliau itu sebenarnya menyuruh kita pulang dan datanglah siang atau sore hari ketika GMC sudah tidak penuh melayani mahasiswa KKN. Seketika itu saya tiba-tiba mendengar celetukan dari seorang mahasiswa yang turut berdiri di bawah tenda itu mengatakan: “Seandainya semua mahasiswa berfikiran sama seperti itu (jam 12 siang GMC sudah lengang dan akses diperiksa menjadi mudah dan cepat), sama aja kan GMC akan penuh lagi?” Hahahaha.. saya cuma tertawa kecil saja mendengar dia ngomong seperti itu. Memang ada benarnya juga…

Tetapi, berhubung saya sudah datang, sudah mengumpulkan, sedang tidak ada kuliah antara jam 09.00-11.00, available to wait, ya sudah bersabarlah daku di sana. Menunggu dan menunggu.. akhirnya dipanggil juga mahasiswanya untuk mulai periksa kesehatan. Great!! Sampai nama saya dipanggil, saya coba ikuti alur pemeriksaannya. Ternyata cuma dua tahap: pertama periksa tensi dan kedua periksa kesehatan di ruang periksa dokter yang seluruh prosesnya tidak lebih dari 5 menit. Yang lama cuma ngantrinya aja… Hadoooo, kalau inget gemana kita-kita pada ngantri di luar kayaknya ga sebanding amat dah!!

Setelah seluruh proses pemeriksaan saya lalui, keluarlah saya dari GMC dan langsung ke kampus. Ga pake nunggu ini dan itu. haha.. Cepat kelar cepat nyantai. Setelah menyerahkan bukti pemeriksaan GMC dan slip pembayaran BNI ke Front Office Fakultas, saya mendapatkan username dan password yang ternyata itu adalah nomor urut universitas kita. Huaaaaaa… tapi tetap saya prosedur penyerahan bukti GMC dan BNI perlu dilakukan untuk mengaktifkan account kita di website LPPM ketika ingin Log In.

Alhamdulillah saya mendapat tempat dan teman untuk membuka Laptop di Kampus. Rencana awal ingin ke Perpus S2, tetapi khawatir wifinya tidak stabil jadi cari tempat di Fisipol dulu. Dan untungnya dapat. Ketika mau Log In pun dibantu oleh teman, bener-bener dituntun cara ngisinya sampai saya benar-benar terdaftar dan memilih tema KKN. Wow.. Everything went easily at that time.. Thanks God!!

Akhirnya, berakhir juga perjalananku tiga hari untuk bisa Log In KKN-PPM. Cukup melelahkan.. Sampai suka panas dingin sendiri..

But, Thanks God, I’m Done!!

April 7, 2009

Perjalananku Memenuhi Persyaratan Log In KKN-PPM UGM 2009 (Day 2)

Filed under: Memories — by Ardaiyene @ 1:58 pm

Rencana awal untuk melakukan cek kesehatan di GMC adalah dengan datang ke GMC jam 11 Siang. Tetapi, dari jam 8 pagi saya sudah mendapat pesan singkat dari teman saya bahwa GMC akan membuka pelayanan cek kesehatan mahasiswa KKN jam 10 pagi. Dwaaaannngggggg…. Bagus sih, dimajuin. Tapi, sialnya ane baru mau nyiapin makan pagi dan belum mandi pula! Alhasil gerak cepat saja pagi ini..

Sebelum ke GMC saya menjemput Tiara di Kampus. Setelah itu baru ke GMC bersama-sama. Haha.. sudah kuduga.. setelah sampai Boulevard aroma keramaian sudah terlihat di depan Gelanggang dengan banyaknya parkiran sepeda motor. Ternyata parkir sepeda motor dipindahkan sampai di depan Gelanggang biar tidak memenuhi akses kendaraan yang ‘berkepentingan’ saja yang dapat melewati jalan sekitar GMC.

Oo.. Wow… setelah kami berjalan mendekati Gedung GMC, ternyata telah ada antrian mahasiswa yang panjaaaaaaaannggg banget. Lebih panjang daripada hari pertama, tapi setidaknya lebih teratur dan mencerminkan ketenangan dibanding dengan hari pertama. Panjangnya antrian mahasiswa yang terpola menjadi dua jalur itu bisa sampai kafetaria, kantin, dan bahkan masuk ke dalam kantin itu. hahaha… Antrian macam apa ini kok bisa ada di UGM?? Selama menjadi mahasiwa, say a sepertinya baru kali ini antri di UGM sebegini panjangnya… ckckckckck..

Ketika saya dan Tiara mengantri di ujung belakang antrian.. Huhuuu...

Ketika saya dan Tiara mengantri di ujung belakang antrian.. Huhuuu...

Ya sudah, antrilah aku dan Tiara di ujung.. deket kantin (untung belum sampe masuk ke dalam kantin antriannya..). Ngantri pun sambil keheranan sama GMC dan LPPM.. Kok bisa ya antrian buat cek kesehatan aja sampe sepanjang itu (50 meter ada kali). Dan mulailah mahasiswa yang ngantri memberikan alternatif-alternatif seperti, “seharusnya GMC itu…. ke RS yang dirujuk”, “Kenapa ga di GSP aja sih?..yang lebih nyaman dan ga kepanasan gini..”. Yang ada dalam antrian hanya keluhan dan harapan agar cepat bisa diperiksa dan selesai. Terlebih, panas banget! Yang bawa payung langsung dibuka payungnya. Yang gak bawa payung, pake jaket atau kaos cadangan buat nutupin kepala mereka. Haha.. kalau si Tiara, sampe beli minum dulu terus di tengah-tengah antrian sempat nelpon temannya minta dibawain payung. Sampe segitunya kan? Panas banget je.. dan dalam antrian yang panjang itu, setiap langkah benar-benar begitu berharga…

Rasanya seneng banget ketika antrian kami sudah nyampe hampir di depan loket pendaftarannya. Tetapi ternyata tiba-tiba rasa seneng itu terganggu dengan adanya pengumuman yang sedang ditempel oleh petugas GMC di dinding-dinding GMC yang memberitahukan bahwa untuk hari Selasa ini pelayanan cek kesehatan mahasiswa KKN hanya akan dilayani sampai blangko nomor 1500 saja. WADUH!!!! Aku dan Tiara langsung saling tatap dan “kira-kira antrian kita sampai 1500 ga ya??” Wah.. gila aja kalau udah ngantri panjang dan panas-panas kayak gini tapi ternyata udah ga masuk quota 1500 itu. Wah-wah.. aku dan Tiara udah mulai mengumpat lagi!! Sial-sial-sial!!

Eh, dan ternyata benar. Timur, teman kita, yang ngantri rada jauh di depan kita ternyata mendapat blangko nomor 1800-an. Dan Tiara tiba-tiba tanya ke Timur: “Kamu periksanya di dalam sana ya Tim?”, dan Timur menjawab, “Aku belum, lha ini dapat nomor 1800-an, kamu udah tau kan kalau hari ini Cuma sampai 1500?”. Hahahaha.. aku dan Tiara kembali menatap dan mencoba menahan emosi.. Huff!!! Pembodohan massal… Kenapa itu pengumuman baru ditempel hari ini? Dan kenapa baru pas kami udah mau nyampe ke depan baru dibatasin quotanya? Walah!!! Mau KKN ribet banget ya??

Ya sudah, akhirnya kami tetap mengantri dan mengambil blangko yang sudah bernomor 1900-an. Untungnya nomor tersebut masih masuk quota untuk hari Rabu. Jadi, kita bisa balik lagi hari Rabu untuk diperiksa. Kalau ga salah menurut quotanya itu besok ada sekitar 500 mahasiswa yang diperiksa perharinya.

Mau kayak gemana sistem pemeriksaannya dan aturan mainnya? Kita lihat saja besok!! It must be another surprise!!

(Hari ini kami telah menghabiskan waktu 1 jam 45 menit untuk mengantri dan berhasil mendapatkan blangko sampai akhirnya balik lagi ke Kampus).

 

April 6, 2009

Perjalananku Memenuhi Persyaratan Log In KKN-PPM UGM 2009 (Day 1)

Filed under: Memories — by Ardaiyene @ 1:39 pm

Wew… It’s not an easy thing!

Mungkin itu pernyataan pertamaku untuk mengawali tulisanku ini.

Dibalik pernyataan itu sebenarnya masih mengendap perasaan gelisah, tidak jelas, repot banget, dan tentunya marmos (bikin emosi) terhadap segala hal yang tidak jelas terkait dengan prosedur KKN antarsemester kali ini. Namun, sebagai mahasiswa yang baik saya mencoba untuk menjalaninya saja.. (yaah, namanya juga mahasiswa!)

So, hari ini sudah dimulai saatnya untuk mengurus adminsitrasi KKN antarsemester 2009 secara individu (permahasiswa). Mengurus administrasi KKN ini dimulai dari melakukan pembayaran tunai ke Rektor UGM di BNI 46, lalu cek kesehatan di GMC, lalu meminta password ke fakultas masing-masing biar bisa melakukan ‘log in’ secara online di website LPPM (Lembaga yang menangani KKN di UGM).

Dengan segala ketidakjelasan dan ketimpangsiuran yang ada, sebenarnya sudah dapat diterka kalau besok BNI 46 Durian Runtuh (istilah dari temanku, dan ayo kita gunakan istilah itu untuk merujuk pada BNI yang di depan Bank Mandiri, Sekip) bakal penuh banget. Apalagi sebelum hari ini saya sudah mendengar strategi dari teman-teman untuk mendatangi BNI itu rame-rame dan pagi-pagi.. Berhubung saya ada kuliah pagi jam 07.30, alhasil saya baru bisa melakukan pembayaran tersebut setelah jam 09.30. Dan kebetulan saya sudah janjian sama teman satu KKN saya.

Alhamdulillah, sebelum kita ngacir ke BNI Durian Runtuh itu untuk membayar di sana atau sekedar ambil slip pembayarannya, ada salah satu teman kuliahku, Dilla namanya, yang memberiku slip kosongan pembayaran BNI dengan cuma-cuma dan tanpa saya minta. Thanks to Dilla (Oh.. baik sekaliiii..) Ternyata Dila baru dari sana dan mengambil banyak slip kosongan pembayaran BNI itu untuk teman-teman (se-KKNnya mungkin). Berhubung, sudah ada slip itu di tangan, akhirnya kita membayar KKN di BNI di Rektorat Gedung Pusat UGM alias tidak perlu ke BNI Durian Runtuh. Denger-denger baru datang mau parkir aja sudah diusir sama satpamnya.. Jadi Parno’ duluan mau ke sana.. hehehe Singkat cerita.. kami berhasil melakukan pembayaran KKN di BNI Rektorat dengan lancar tanpa halangan suatu apa pun. Sebenarnya ada cerita lucu sih waktu mau bayar ke Rektorat mengenai nomor rekeningnya. Tapi di-skip aja deh.. (*malu..)

Setelah selesai bayar, dari Rektorat kami bergegas ke untuk ke GMC, cek kesehatan di sana. Satu-satunya tempat yang dipercaya untuk menangani cek kesehatan bagi mahasiswa UGM yang akan mengikuti UGM adalah GMC ini-dapat dikatakan sebagai suatu klinik kesehatan UGM yang tempatnya tidak begitu besar. Tetapi, ketika sesampainya di sana ternyata pelayanan kesehatan untuk mahasiswa KKN baru dimulai jam 13.00 WIB. Padahal ketika itu baru jam 10.00 lebih. Alhasil kami sepakat untuk ketemu lagi di GMC sehabis Zuhur untuk cek kesehatan di sana. Temanku pergi, dan aku pun pulanglah ke rumah.. Maem!! hehe

Setelah Zuhur, aku balik lagi ke GMC. Tapi tidak sesuai dengan rencana awal yang ingin datang jam 12.30. Saya baru sampai ke GMC jam 13.05. Maklum ngisi bensin dulu. Dan taukah bagaimana situasi di sana? Wew… udah kayak ngantri sembako, ngantri Ponari, atau ngantri BLT ya? Ya.. salah satu dari itulah kira-kira… Saya saja sampai bingung mau parkir motor di mana. Setelah saya mendekat ke GMC, ternyata sudah banyak teman-teman saya yang mengantri dengan sabar tapi juga kepanasaan itu. Wah..wah.. rame banget dehh.. (sayang nih saya tidak punya fotonya). Setelah menimbang-nimbang (ngantri ga ya?-ngantri ga ya?) sambil melihat situasi yang ada, akhirnya aku memutuskan untuk mengantrinya esok hari dengan datang lebih awal, 11.00 mungkin.

Isu yang muncul dari kebijakan yang keluar dari LPPM telah menimbulkan berbagai asumsi yang menyebabkan mahasiswa menyerbu BNI ataupun GMC secara massive. Fist come-first place yang awalnya ditetapkan sebagai aturan main ‘log in‘ mahasiswa KKN telah menyebabkan mahasiswa untuk bercepat-cepat melakukan prosedur administrasi KKN sehingga nantinya bisa cepat ‘log in‘ dengan harapan dapat memilih tema atau sub-tema yang telah dirancangnya (tidak kesalip oleh mahasiswa lain, karena ada quota perunit-yaitu maksimal 30 mahasiswa perunit). Dengan aturan main seperti ini saja sudah sangat wajar sekali jika mahasiswa berlomba-lomba, tergesa-gesa, atau apalah itu untuk bisa come fist to get the first place (they want).

Anehnya, setelah saya pulang dan mengecek kembali website LPPM, ternyata ada ketentuan baru yang intinya mencabut ketentuan first come-first place. Hohoho.. dan informasi itu ternyata baru ada di website LPPM jam 11 Siang.. di mana sudah banyak mahasiswa yang mengantri di luar GMC yang notabene pelayanannya baru dibuka jam 13.00. Wuuuiiihh, bisa dibayangin kan ramenya kayak apa??

Situasi di GMC setelah jam 13.30 saya kurang tahu. Karena saya sudah balik ke Kampus dengan teman saya. Di perjalanan ke Kampus sampai ketika sudah berada di Kampus pun kami masih membicarakan KKN dan LPPM dengan keruwetan yang ada. Sesampainya di kampus pun teman-teman juga ribet ngurusin KKN. Wew.. benar-benar menyita perhatian sekali KKN tahun ini..

Tapi setidaknya dengan adanya ketentuan baru yang baru keluar jam 11 siang tadi sudah sedikit melegakan hati para mahasiswa yang akan KKN, karena ternyata LPPM telah menjamin bahwa tema/subtema KKN yang sudah masuk akan berisikan mahasiswa yang mengusulkannya, dalam artian mahasiswa lain yang tidak bertema atau bersubtemakan itu tidak dapat mendaftar. Artinya, kita-kita yang telah merancang tema ataupun proposal KKN kita selama ini dengan teman-teman KKN kita telah dijamin akan berada dalam satu unit KKN sesuai dengan yang ada di proposal KKN masing-masing. Wuuuiiiiiihhh, leganya..

Kalau dari dulu kayak gini kan, kita-kita ga perlu tergesa-gesa bayar atau ke GMC gerombolan, bikin jalan rame kayak hari ini? Dan kenapa juga ketentuan baru itu baru dikeluarin tengah hari? Karena asumsinya, siapa juga yang mau terdepak dari unit yang telah bersama-sama diusung bareng hingga berwujud sebuah proposal KKN Tematik gara-gara telat ‘log in‘?

Ya.. harapannya tahun depan agar diperjelas lagi apa pun kebijakan yang dimiliki dan tentunya dapat dipublikasikan kepada setiap fakultas yang ada sehingga tidak terjadi hal-hal yang membuat bingung, tidak jelas, dan sebagainya.

Yo..yo..yo..yo.. sekarang, siap-siap ngantri di GMC buat besok siang!! Semangat!!^^

March 3, 2009

Teeth-Tooth

Filed under: Memories — by Ardaiyene @ 7:17 am

Sudah ada yang melihat aku awal minggu ini di kampus? Pasti ada yang beda! Yap, aku ke kampus pake rok!! haha… (ga penting ya?) Berhubung jam 6 pagi lebih baru sampai rumah dan aku harus kuliah jam 07.30 pagi.. Alhasil aku pakai yang ada ajalah.. Celanaku pada belum dicuci, ada yang udah bersih tapi kok ya belum diseterika, ya sudahlah.. praktisnya pake rok ajah!! Toh, cuma kuliah pagi itu ajah, so pikirku bisa langsung pulang dan tidak berlama-lama di kampus.. hehe… Ternyata penampilanku ke kampus bikin teman-teman memberikan kesan yang beragam. Ada yang diam, ada yang bilang: “tumben pake rok mbak?; mbak Daiyene pake rok, lucu….; wah, Daiyene pakai rok, tapi lucu kok yen.. nice..” Tapi, ada yang lebih parah, ngeliat aku jalan pakai rok malah langsung ngetawain tanpa berkata apa pun.. heran aku… padahal mereka teman satu jurusan sama aku…

ya..ya..ya.. up to them lah…

Tapi, sebenarnya yang ingin aku sampaikan di sini bukan masalah aku pakai rok ke kampus, tapi masalah gigiku. Sebenarnya hari ini aku menunjukkan penampilan yang berbeda. Yang pertama aku ke kampus pakai rok, which I rarely do this, dan yang kedua ya..gigiku… Tapi herannya, teman-temanku pada terkecoh oleh penampilan bawahku (rokku), daripada penampilan atasku (gigiku) hahahahaha…. siallll.. Ceritanya aku baru pasang behel alias kawat gigi dengan harapan bisa lebih merapihkan gigiku.. Sebenarnya ini desakan dari Ibuku yang udah dari tahun lalu memanasi pikiranku untuk memasang behel. Tapi ya… baru bisa nurut sekarang.. eh salah, maksudnya baru ada waktu pasang behel sekarang dink…hehehe… Akhirnya aku ke Jakarta untuk pasang behel di Dokter Gigi Kakakku.

Eksekusi

Tak kusangka ternyata gigiku langsung dieksekusi hari itu juga. Aku fikir gigiku bakal ada yang dicabut dulu baru balik satu minggu setelahnya buat dipasang behel. Tapi ternyata tidak demikian teman. Ternyata bisa langsung dipasang saat itu juga dan masalah cabut mencabut gigi kata Dokternya itu gampang dan lebih baik dipasang dulu behelnya baru dicabut (maksudnya biar mempermudah saat pencabutannya). Yoh, manut sang Dokter sajalah…

Singkat cerita, terpasanglah kawat gigi itu di gigiku. Hmm, aku fikir aku bakal merasa sakit yang luar biasa gara-gara dipasangin kawat, tapi ternyata rasa sakitnya tidak sesakit yang aku perkirakan. Ga begitu sakit cuma… oh oh oh.. aneh banget rasanya! Jadi punya mainan di mulut. haha… Bibir dan kerangka gigi serasa sulit mengatup. Oh Tuhan.. harus berapa lama aku seperti ini? Ternyata rasa sakit itu baru kerasa sewaktu makan. Hiiiyyyyyyaaaaaa, kok ga kuat gigit ya? Kok juga ga bisa dibuat ngunyah ya? Wah… kiamat kecil nih….. Pas makan pun ga enak banget di mulut. Kerasa berantakan, seret, sepet, ga asik banget dah.. kerasa banyak yang nyangkut. Jadinya, kalau bis makan ga sikat gigi tuh ga nyaman banget… ribet..ribet…

Makan-makan

Hari pertama pasang behel aku dah nyoba makan roti, mie ayam, nasi, jamur. haha.. terserah deh mau dibilang maruk, nekat, atau nakal… Padahal Dokternya bilang makan yang lunak-lunak dulu ajah, kalaupun rada keras ya.. dipotong kecil-kecil.. Ya udah deh, diajak makan Mie Ayam Golek ma Ortu di daerah Otista, Cawang, aku malah pesen Mie Ayam Jamur di sana, instead of Bubur Ayam yang akhirnya cuma dibungkus untuk dibawa pulang. Ya.. gemana ya.. hasrat memakan mie itu tidak bisa dihilangkan begitu saja je.. Buktinya 1 mangkok Mie Ayam Jamur bisa aku habiskan dengan tidak memakan suwiran ayam, bakso, dan sawinya.. hehe… Untuk berikutnya aku masih nekat makan nasi biasa.. rada sulit ngunyah sih.. tapi ya.. itung-itung membiasakan gigi biar ga manja.. (haha.. padahal saking lapernya!! Ngeleeessss ajah ni Daiyene…!)

Ada yang bilang, “wah..mbak ciri khasmu jadi ilang deh.. padahal gigi gingsulmu kan kamu banget mba…”; “ga papa lagi Yen gingsulmu itu, tapi kalau mau dirapihin sih ga papa..”; “..wah mbak, tambah manis..” Ya.. itu sedikit komentar dari tiga orang temanku. Semoga komentar mereka jujur, terutama yang terakhir.. hehehe… Tapi balik lagi, apapun komentar teman-temanku mengenai penampilan baruku.. aku sih terserah ajah.. Aku cuma berharap hasil yang terbaik dari memasang behel ini. Kalau ada yang bilang senyum khasku ilang, enggak kok! Kalau boleh mengutip sedikit puisi dari Novel “Beraja” karangan Fira Basuki aku akan bilang:

tawaku masih renyah

senyumku selalu cerah

sapaku tetap ramah


new-face3

February 22, 2009

Sit-Pangsit!!

Filed under: Memories — by Ardaiyene @ 5:22 am

walah…walah..walah..walah…

Ternyata kulit pangsit untuk direbus sama digoreng itu beda ya??? PUANtessssaaannnnn… hasil eksperimenku di dapur beberapa hari yang lalu GA BANGETTTT rasanya… Tergoda oleh salah satu resep masakan yang menggunakan pangsit rebus, akhirnya aku mencobanya di rumah. dah semangat-semangat gitu.. Tapi setelah direbus kok ya… ya.. Aneh gitu deh… ga lembek-lembek.. kalaupun lembek juga jadinya malah aneh.. Haduhh… Ga banget deh… Malah jadi parno sendiri.. Bikin pangsitnya aja masih gagal, ditambah kaldunya juga ikut-ikutan gagal lagi!! Aku malah ngerasa aneh sendiri: “sebenarnya niat bikin ga sih gw?” Wah terpengaruh sama mood aku nih.. Ya udah deh, ancurr rasanya.. hahaha…

Gara-gara hasil yang tidak mengenakkan di lidah dan di hati ini, akhirnya malah jadi parno masak beberapa hari.. Takut ga enak lagi… Kan sayang sayurannya…. hehe.. (ngeleesss…wae!)

Aku baru tau kalau kulit pangsit kuah / rebus dengan yang goreng itu beda ya pas aku ke Super Indo kurang lebih satu minggu setelahnya. Sewaktu itu aku melihat ada kulit pangsit kuah di tempat dulu aku mengambil kulit pangsit goreng. Dan batinku mulai berbicara: “oh.. ternyata ada to yang kuah.. berarti beda dong ma yang goreng?” hmmmm… ternyata dulu waktu aku beli kulit pangsit untuk pertama kali itu emang bener untuk digoreng. Masalahnya dulu waktu beli yang goreng, belum ada yang kulit pangsit kuah.. jadi.. Ane ga faham deh tuh… Memang sih ada tulisan di kemasannya: kulit pangsit goreng. Tapi waktu itu aku berfikir: “emang ga bisa ya kalau yang goreng untuk direbus..? kayaknya sama aja ah..” berdasar pemikiran sok tau itu (mendiskon informasi yang ada dan ternyata akurat) akhirnya aku ambil ajah 1 bungkus.. dan akhirnya.. emang ga pas.. haha…

Hmmmphh, kalau kayak gini aku jadi inget film “brownies” yang dimainkan oleh kakak gw, Marcella Zalianty (haha…). Pada tau kan jalan ceritanya kayak gemana? Mell (Marcella Zalianty) bolak balik bikin kue brownies yang enak tapi hasilnya selalu gagal: ya kurang lembutlah, kebanyakan cokelat jadi pahitlah, terlalu keraslah, dan sebagainya. Setidaknya film ini mengajarkan pada kita bahwa dalam membuat suatu masakan tidaklah langsung dapat mempunyai rasa yang pas, tapi sadarilah bahwa suatu proses itu memang diperlukan. Balik lagi ke filmnya, tapi ternyata semakin Mell mencoba untuk membuatnya, dia pun menyadari bahwa dalam proses pembuatan ia harus “berani ungkapkan rasa”..

Yah.. emang harus berani ungkapkan rasa, tapi kayaknya aku masih harus lebih banyak belajar duehhhh…

February 9, 2009

Salah Kostum

Filed under: Memories — by Ardaiyene @ 4:38 am

Saltum.. Saltum…

Beuh… mungkin teman-teman PPI Kota Yk yang melihat aku datang awal pada acara Rapat Pleno PPI Kota Yk yang diselenggarakan kemarin minggu akan bertanya-tanya: sejak kapan rapat pleno pake jeans dan sandalan???

Ya.. ya.. ya.. that was me!! But, listen to me first!

Memang di undangan rapat tersebut disebutkan bahwa pakaian yang akan digunakan adalah casual. Dan sudah sejak lama saya berbeda pandangan dengan PPI atau mungkin dengan pihak lain juga mengenai termcasual’. Menurut PPI, casual adalah dress code di mana kalau pria menggunakan kemeja rapih, celana kain alias non jeans, lebih bagus lagi kalau pakai dasi (tapi hari itu tidak), sepatu pantovel pria dan tak lupa menggunakan Pin PPI bagi yang telah menjadi anggota. Sedangkan yang perempuan menggunakan kemeja juga plus rok panjang atau pendek selutut, tidak ketat dan non jeans, ditambah sepatu cewek (ga harus pantovel), plus Pin PPI-nya.. Nah.. di pandangan saya, casual itu artinya pakaian santai, alias bisa pakai kaos polo, jeans and sandal is OK. Entahlah, mungkin saya terpengaruh oleh penggunaan kata ‘casual’ itu dari majalah anak muda yang dulu suka aku baca..

Mengingat punya pandangan yang berbeda dan mencoba untuk mengkonfirm apakah benar saya dan PPI punya pandangan yang cukup berbeda atau itu hanya dalam pikiranku saja, akhirnya sebelum hari minggu saya mencoba bertanya kepada Sekretaris PPI Kota Yk (teman saya: Bang Udin) yang memberikan undangan tersebut. Saya tanya, “bang, besok pleno boleh pakai kayak gini? (sambil menunjuk ke pakaian yang sedang aku kenakan waktu itu: polo shirt dan jeans..)” dan lantas Bang Udin menjawab dengan berkata: “oh iya, kayak gitu aja ga papa dai…”. Ok, case closed menurutku!

Hari minggu datang, dan aku memang sudah menawarkan diri untuk membantu Bang Udin menyiapkan konsumsi untuk rapat pleno yang dimulai jam 9 pagi itu. Hmm, ya sudah, akhirnya saya pun datang jam 08.30 dengan dress code yang telah saya confirm tersebut. Dan baguslaaaahhhh…. dari jauh saja saya sudah dapat melihat bahwa beberapa anggota yang sudah datang (untungnya belum banyak) sudah memakai kemeja rapih, sedangkan saya semakin pelan saja ngerem sepeda motor saya dan terlihat kebingungan… Dan kebetulan Bang Udin sedang ada di depan pintu. Dan langsung saja saya tanya ke dia dan mereka yang ada di sana.. “lho.. pakai kemeja po? katanya boleh pake kayak gini?” Sambil kelihatan kebingungan, heran, dan merasa kudu balik lagi ganti baju.. Akhirnya aku turun dari motor dan mencoba confirm kembali.. “Enggak dai……. pakai kemeja..” kata Bang Udin pelan. Lantas aku kembali menjawab “lho mas, kemarin kan aku sudah tanya, aku dah confirm.. katanya boleh kayak gini.. piye sih mas?” Ya.. memang ada sedikit perdebatan yang akhirnya aku akhiri dengan mencubitnya gemas dan aku langsung cabcus alias pulang lagi ke rumah tanpa malu pamit lagi ke teman-teman kalau aku kudu pulang lagi ganti baju.. (lha, ngapain malu… yang khilaf bukan aku kok?!). Untung rumahku deket sama Kandep, tempat plenonya itu..

Ya sudahlah.. aku pulang dan di perjalanan aku bertanya-tanya, harus pakai rok ga ya? Beuh.. padahal aku ga tau ada rok enggak ya di rumah.. haha… maklum roknya kudu rada resmi.. alias bukan rok sembarang rok.. Pas nyampe rumah akhirnya aku disms sama Bang Udin dan bilang: ”…. kalau bisa pakai rok ya dai..” Ya udah deh bongkar-bongkar di rumah.. Dan akhirnya aku sampe di Kandep jam 9 lebih.. Pleno sudah dimulai.. dan lagi – lagi saya ketemu sama Bang Udin di depan sewaktu aku baru sampai dan memarkirkan motorku. Melihat aku, dia hanya senyum-senyum aja, lalu mendekatiku dan bilang: “Sorry dai, aku ga sadar aku bilang itu ke kamu kemarin.. maaf ya.. ayo, tak tungguin.. kita masuk ke dalam bareng… “

Mau tau jawabanku ke dia?

“Kamu terpesona sama aku po mas, sampe-sampe ga sadar sama apa yang aku tanyakan dan yang kamu katakan kemarin ???”

Hmmmmmphhhhh……

January 12, 2009

Where is it?

Filed under: Memories — by Ardaiyene @ 10:54 am

Siang ini ketika sedang berjibaku mengerjakan soal ujian Korea level 2 di Pusat Studi Korea (PSK) UGM, aku mendapat sms dari salah satu temanku, Davina, yang ingin mengambil uang Komahi di aku. Ketika aku sudah selesai tes wawancara, seketika itu pula aku memutuskan untuk ke kampus dan berhenti berfikir mengenai soal ujian Korea yang sudah tidak sanggup aku jawab lagi.

Ketika sedang dalam perjalanan dari PSK ke kampus, aku sebenarnya bimbang. Apakah aku akan ke kampus dulu atau aku harus mengeprint tugas esai untuk esok hari. Namun, hasil pertimbanganku mengarahkanku untuk ke kampus dulu. Karena sepertinya esai untuk besok masih perlu diralat lagi.

Setibanya di kampus, aku segera sms Davina dan memberitahukan bahwa aku sudah di kampus dan aku mengajaknya ketemuan di Lobi HI. Setiba di lobi HI aku tidak menemukan Davina di sana. Sambil menunggu balasan darinya, aku mengobrol sama teman-temanku yang sedang menunggu ujian di Lobi HI. Aku mengobrol bersama Fariz, temanku. Awalnya aku cerita kalau aku habis dari PSK mengerjakan soal ujian Korea, padahal aku belum belajar sama sekali semalam. Maklum Fariz pernah ikut les Korea di sana jadi bisa sedikit nyambung kalau aku cerita. Terus obrolan kami pun berlanjut mengenai ujian dan bahkan sempat berdiskusi mengenai ‘electoral college’ di AS. Menurut temanku itu, electoral college menyebabkan dilematis bagi AS sendiri. Sambil mengobrol dengan beberapa teman, aku mengutak-atik HPku sendiri. Tiba-tiba Davina membalas smsku dan bilang kalau dirinya sedang makan di warung makan belakang UPT I UGM. Karena kupikir dia sedang makan, ya sudahlah biarkan dia makan dulu baru ketemuan dengan aku..

Tapi, kupikir-pikir lama juga makannya. Aku sempat berniat untuk meninggalkannya pulang, tapi aku masih juga bertahan di kampus yang semakin sepi itu. tick tock tick tock tick tock… Sambil menunggu, aku iseng-iseng mulai menghapus beberapa sms di inboxku yang akhir-akhir ini sering penuh dan karenanya suka mengeluarkan bunyi sms masuk yang rada weird. Karena merasa aku punya waktu nganggur, ya aku coba buat nyicil membersihkan inboxku. Bayangin ajah, sms dari bulan Agustus, bahkan ucapan Selamat Idul Fitri dari beberapa teman, saudara, kenalan, dan sebagainya masih nyantol di inboxku. Gemana ga penuh ya? Aku telah menghapus beberapa sms dari inboxku sampai Fariz tiba-tiba mengatakan ia ingin pulang. Saking lamanya nunggu temanku itu, aku sampai nunda-nunda Fariz yang ingin pulang dengan maksud biar aku tidak menunggu sendirian. Di lobi sebenarnya banyak orang, tapi teman-temanku sudah pada masuk ujian semua dan yang tidak ujian pun pada mau pulang buat nyiapin ujian esok hari. Tapi ya sudah, karena tidak ingin terlalu menghalangi keinginan dari teman-temanku, ya sudah aku membiarkannya pulang dan aku pun mulai berfikir, what should I do now? Dari pada duduk diem sendiri tanpa teman ngobrol di Lobi, ku pikir mending Sholat Zuhur di MSi. Ketika Andrew dan Fariz pulang, aku pun juga beranjak dari tempat duduk ngobrolku itu ke MSi, alone.

Setibanya aku di depan mushola MSi sempat terbesit ingin ke kamar mandi dulu sebelum sholat, tapi aku urungkan niatku itu setelah sholat saja. Ya sudah, seperti orang yang mau shoat pada umumnya, aku menaruh tasku di dekat tempat wudhu, kemudian mengambil wudhu. Hmm, musholanya ga terlalu ramai, jadi ga perlu antri Mukena. Walaupun aku sebenarnya bisa mengambil mukena dari dalam lemari, tapi aku menggunakan mukena yang barusan dipakai oleh seorang ibu-ibu (dengan pakaian yang rada aneh; pakaian yang kurang mencerminkan dirinya sebagai mahasiswa S2 Msi. Dan sebenarnya aku meragukan Ibu itu sebagai seorang mahasiswa S2 MSi) yang baru saja selesai sholat. Pikirku, ya.. daripada itu mukena dilipat lagi, mbok ya mending aku pakai sajah? Aku pun bilang sama Ibu itu: “Boleh pinjam mukenanya Bu?”, Ibunya sedikit kaget dan membalasnya dengan senyum dan berkata “Oh.. iya, tapi rada basah..”. Ya.. walaupun rada basah dikit kena air wudhu, it doesn’t matter for me.. at all..

Ya sudah, dengan tas di belakangku, tempat di mana biasanya yang putri menaruh tas di Mushola itu ketika ditinggal sholat, aku pun ikut sholat berjamaah..

Ketika selesai sholat, selesai melipat mukena dan menaruhnya di dalam lemari, aku mengambil jaketku, tasku, dan kacamataku yang tak taruh di lantai itu, kemudian aku keluar untuk memakai sepatu. Aku pun duduk di kursi yang ada di depan mushola itu. Kursi yang aku pikir memang disediakan untuk menunggu antrian kamar mandi, atau untuk memakai sepatu ketika selesai sholat. Sebelum memakai sepatu, seperti biasa aku ingin mengecek apakah ada sms dari temanku yang belum memberikan kabar itu. Karena aku pikir aku akan meninggalkannya jika sampai aku selesai sholat ia belum datang ke Lobi. Aku membuka tasku, mencarinya, menggeser tanganku ke setiap sisi tasku. Oh ya.. aku menemukan HP Frenku.. tapi itu bukan yang aku cari.. Dengan sedikit panik, aku mencoba untuk memeriksanya di setiap kantong di tas, dan celanaku, bahkan aku juga mengecek di leherku sendiri, karena siapa tahu aku tidak sadar kalau HPku itu nyantol di leherku..

Tapi ternyata…

Aku tidak menemukan HPku di tas, di tempat aku taruh sebelumnya…

???

Next Page »

Powered by WordPress.com