Mereka adalah kakak-kakak KKN, yang membantu masyarakat dan tempat ini agar lebih maju..
Kurang lebih begitulah persepsiku ketika masih kecil mengenai mahasiswa yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata atau biasa dikenal dengan KKN. Mereka terlihat begitu intelektual sebagai mahasiswa perguruan tinggi yang sedang mencoba memberdayakan masyarakat desa dengan ilmu-ilmu yang telah mereka dapatkan selama di bangku kuliah. Mereka melakukan berbagai macam program untuk membantu kemajuan desa yang mereka tempati dan jas almamater yang selalu mereka kenakan terlihat begitu keren di mataku dulu.. (oh.. yeah..)
Dan Hey… ternyata sekarang saatnya bagiku untuk menjadi mahasiswa KKN…!
Tidak terasa, apa yang sepertinya baru aku imajinasikan, bayangkan, fikirkan tentang masa-masa KKN yang suatu saat saya akan jalani ketika masih kecil dulu ternyata sekaranglah telah tiba saatnya.. Begitu cepat sekali rasanya… Saya telah menginjak akhir dari semester enam di bangku perkuliahan Fisipol UGM, dan sekaranglah saatnya mengikuti 3 SKS “wajib” untuk dapat mengambil 6 sks Skripsi, yaitu KKN..
Awalnya, saya berniat untuk mengambil KKN reguler di universitas. Saya berniat untuk tidak meribetkan diri dalam segala urusan KKN yang berkaitan dengan dana KKN. Dan fikirku, KKN reguler lebih menantang karena selain tempatnya yang baru, teman-teman yang didapat juga baru. Beda dengan KKN tematik yang mana kita bisa memilih teman satu unit KKN kita sendiri.
Namun ternyata, Tuhan memberikan jalan kepada saya untuk mengambil KKN tematik bersama beberapa teman SMA saya. Walaupun jumlah teman yang saya kenal di dalam unit KKN saya sekarang hanya tiga orang, saya lantas menganggap bahwa masalah teman itu sama saja. Mau teman lama atau teman baru sama saja, yang terpenting bagaimana kita mengadakan koordinasi dengan teman satu unit. Toh ternyata saya dapat berkoordinasi dengan teman baru dalam satu unit saya lebih baik dari yang telah saya ekspektasikan.
Saya mencoba melihat dan menimbang-nimbang sendiri bahwa inti dari KKN adalah sama, yaitu pengabdian. Mau di mana tempatnya dan sama siapa saja temannya, di KKN inilah tempat dan waktu kita untuk bisa menerima dan menjalankan itu semua. Setelah terlibat dalam rapat koordinasi unit KKN tematik, saya melihat bahwa KKN reguler dan tematik mempunyai plus dan minusnya masing-masing. Karena itu, tidak perlu diperhujatkan secara mendalam. Just take the essence of it! Seperti yang dibilang oleh salah satu kakak angkatanku dulu yang mengatakan bahwa KKN itu intinya adalah have fun dan bagaimana kamu bisa berbaur dengan warga dan membantu mengembangkan potensi mereka. Jangan dibuat susahlah… (begitulah katanya..)
And here I am in KKN-PPM Kaliurang… Unit 20!!
Wow.. senangnya sudah memiliki unit KKN tematik sendiri. Saya begitu bersemangat untuk menghadiri rapat KKN dan mengikuti alur pembicaraan dan progressnya.. Sungguh menyenangkan untuk menggeluti hal ini.. Saya mendapatkan teman-teman yang cukup menggembirakan.. Penuh canda tawa.. Mereka bisa menjadi obat kejenuhanku akan urusan perkuliahan..
Memang benar apa kata temanku. KKN ini banyak memberikan pendewasaan bagi diri kita. Belum KKN saja, pendewasaan kita sudah mulai diuji. Misalnya saja dapat dilihat dari bagaimana respon dan sikap kita terhadap hal-hal yang oleh sebagian besar mahasiswa menyulitkan administrasi KKN, bagaimana koordinasi antarteman satu unit untuk membicarakan masalah sponsor atau dana, bagaimana kesanggupan waktu terbatas yang kita miliki untuk dapat sedikit diluangkan hanya untuk membicarakan progress KKN kita, dan sebagainya. Semua memerlukan tenaga, waktu, serta pikiran yang benar-benar serius untuk KKN ini. Tak pelak, banyak mahasiswa yang merasa sungguh ribet dan akhirnya terlampiaskan dengan amarah dan keluhannya… “Kenapa hanya 3 SKS saja bisa seribet ini?”
Kelompok unit ku pun tak luput dari permasalahan pra-KKN. Banyak hal. Dari permasalahan urusan sponsor yang tidak jelas siapa yang harus bergerak dan harus bagaimana, teman-teman satu unit yang sulit sekali dikumpulkan semua untuk membicarakan hal-hal yang cukup substansial dalam KKN, seleksi alam anggota (ehehee), dan belum lagi ada kasus salah satu teman unit kami yang terlempar dari daftar anggota unit 20 dan harus diurus dengan prosedur yang bikin ‘aarrrgggghhhhhh’, dan masalah prosedural kecil-kecil dari ‘instansi’ tersebut yang sifatnya dadakan! Bayangin saja, saya pernah baru tahu ada rapat Kormanit, Kormasit, dan Kormater satu jam sebelum rapat tersebut dimulai. Padahal saya telah berencana untuk survey tempat KKN bersama teman-teman satu unit di jam yang sama. Alhasil, rencana survei diundur..
Yah, semua itu telah kami alami selama pra-KKN (what else?)
Dan hari ini.. tepatnya pagi ini jam 07.30 tepat nanti adalah waktu di mana Bapak Rektor UGM kita akan melepas para peserta KKN-PPM UGM antarsemester 2009 di Balairung UGM. Akan ada ribuan mahasiswa yang siap diterjunkan ke lokasi KKN yang telah ditentukan atau diajukan. Penerjunan mahasiswa KKN ke lokasi masing-masing tidaklah sama. Sebagian besar diterjunkan pada tanggal 2 Juli 2009 mendatang, tetapi ada juga yang diterjunkan tanggal 6 atau tanggal 10 Juli (sesuai keperluan dan kesepakatan bersama, khususnya Dosen Pembimbing Lapangan-nya).
Sebagai awal dari KKN ini, saya ingin berharap kelancaran dan kesuksesan bagi proses pengabdian kami selama dua bulan di tempat lokasi kami-Kaliurang. Semoga bisa bermanfaat, bermakna, dan memberikan pengalaman yang tak terlupakan. Sukses!!! =)
“Menentukan tujuan adalah aspek terpenting dari semua rencana kemajuan dan pengembangan. Itu adalah kunci untuk semua kepuasan dan pencapaian (Kalender Els 2008).”
