Sudahkan Anda Menyontreng Hari ini?
Yup, akhirnya tiba juga saatnya bagi warga negara Republik Indonesia untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilu Legislatif yang jatuh tepat hari ini, tanggal 9 April 2009. Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Namun ,saya menemukan ironi. Di hari di mana setiap individu dengan persyaratan seorang pemilih yang sudah selayaknya mempunyai hak pilih, namun saya masih menemukan banyak orang yang cenderung untuk menjadi Golongan Putih (Golput: tidak memilih). Ketika ia berhak dan available untuk memilih banyak orang yang justru golput. Di satu sisi, banyak orang juga yang ingin menggunakan hak pilihnya tetapi justru mereka tidak terdaftar di dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Ironi sekali..
Pemilu yang merupakan pesta demokrasi terbesar di dalam suatu negara yang mencitrakan dirinya sebagai negara yang demokratis memang sudah sepatutnya ditanggapi sebagai hal yang positif, yaitu sebagai wadah menyalurkan aspirasi. Adanya aksi dari sebagian pihak yang tidak ikut ‘menyontreng’ karena alasan males, tidak mengenal calon legislatifnya, atau apapun itu sebenarnya menunjukkan bahwa mereka belum bisa menjadi ‘demos’ yang seutuhnya.
Pengertian ‘Demos’ menurut Dosenku dari Ilmu Pemerintahan UGM adalah warga negara yang secara aktif berpolitik. Pemilu adalah salah satu sarana di mana setiap warga negara diberikan hak untuk berpolitik dengan cara memilih anggota perwakilannya di Legislatif. Menurut saya dengan berpartisipasi di dalam Pemilu setidaknya sudah ada upaya untuk menjadi Demos yang baik di dalam suatu negara yang Demokratis. Kata ‘demokrasi’ itu sendiri sebenarnya berasal dari dua kata yaitu ‘demos’ dan ‘crete’, di mana ‘demos’ adalah warga negara yang aktif berpolitik, dan ‘crete’ itu sendiri adalah negara. Jadi, jika digabungkan demokrasi itu sendiri mempunyai makna kurang lebih adalah negara dengan warga yang aktif berpolitik. So, kalau emang Indonesia adalah negara yang menerapkan demokrasi atau bisa juga disebut sebagai negara yang demokratis, maka mengapa masih banyak warga yang tidak sadar berpolitik, walau politik yang sangat sederhana sekalipun di dalam Pemilihan Umum – hanya memberikan suara dalam pemilihan wakil rakyat, belum sampai pada politik praktis atau politik dalam level negara atau internasional.
Bagi yang masih berhalangan untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu Legislatif sekarang ini, mungkin dapat memanfaatkan hak pilihnya pada Pemilu Presiden pada bulan Juli mendatang. Diharapkan semua warga yang telah memenuhi syarat menjadi seorang Pemilih dapat menggunakan hak pilihnya untuk kemajuan bangsa bersama. Berpartisipasilah dalam Pemilu karena di sini kita yang menentukan bangsa kita dan melalui inilah kita dapat sadar politik, mencoba menjadi the real Demos dalam Pemilu.

jujur saya ingon sekali menjadi demos..tapi apa boleh buat
KPU memang demon…TIDAK MENULIS NAMA KELUARGA SAYA DLM DPT
arrrrrrrrrrrrrgggggggggggghhhhhhhhhh
Comment by Prayoga Permana — April 12, 2009 @ 10:39 am |
Meskipun gak mencontreng kemaren…tapi aku yakin diriku adalah Demos seperti yang saudara maksudkan.
Comment by Master — April 12, 2009 @ 9:20 pm |