“Di sini aku, di sana kamu, di mana-mana kita saudara..” (salah satu yel-yel supporter)
GOR Kridosono Yogyakarta terlihat sangat crowded banget, nget, nget.. terlebih ketika para supporter selalu menyanyikan yel-yel untuk para pemainnya.. Emang ada apaan sih? Well, di Kridosono dari tanggal 24 – 31 Januari 2009 telah diselenggarakan Invitasi Bola Basket Merah Putih (IBB-MP) yang ke XII untuk kategori SMA/K dan MA se-Daerah Istimewa Yogyakarta. Event tahunan yang diselenggarakan oleh Panitia Lustrum III Purna Paskibraka Indonesia Kota Yogyakarta ini juga dimeriakkan oleh Lomba Cheersleader Merah Putih (LC-MP) ke V dan Lomba Modern Dance Merah Putih (MD-MP) ke II se-Kota Yogyakarta – dua kategori lomba yang ga kalah mendatangkan supporter yang rame banget..

Rangkaian lomba ini sebenarnya telat diselenggarakan. Seharusnya IBB-MP, LC-MP, dan MD-MP diselenggarakan segera setelah Lomba Baris Berbaris Merah Putih (LBB-MP) dilaksanakan di penghujung tahun 2008. Tetapi karena satu dan lain hal, para pecinta basket SMA/K dan MA se-Daerah Istimewa Yogyakarta harus menunggu 2 bulan untuk menanti persiapan dari ketiga acara lomba yang termasuk besar ini… Saking ga sabarnya bahkan ada beberapa sekolah yang coba contact ke PPI Kota Yogyakarta dah bahkan ada Pelatih dan anak-anak SMA yang langsung mendatangi Sekretariat PPI Kota Yogyakarta segala lho untuk menanyakan event IBB yang kok belum datang undangannya??!!! Ya.. menurut saya sih wajar saja, karena event IBB-MP sudah menjadi kegiatan tahunan (sudah punya nama) dan ajang bagi mereka untuk mengetahui sportivitas kompetisi permainan Basket mereka. Dan untuk itu saya selaku salah satu Panitia Lustrum III PPI Kota Yogyakarta sekaligus mewakili teman-teman yang lain mengucapkan maaf atas keterlambatannya, tetapi toh kita dapat menjalaninya di awal tahun 2009… Alhamdulillah..
Walaupun telat muncul, tapi ternyata kami masih mendapat antusiasme yang luar biasa dari para pencinta basket, cheers, dan modern dance. Hal ini terlihat dari terpenuhinya kuota invitasi yang kami sebar, dan terlebih para supporter yang luar biasa hebatnya di tribun.. hehe…

Para Supporter yang menggemakan Sporthall Kridosono
Suasana di dalam GOR Kridosono memang penuh dengan sportivitas. Yang di lapangan konsentrasi dengan permainan basketnya, dan di atas tribun supporter terus-menerus menyanyikan yel-yel bagi sekolah-sekolahnya dengan drum-drum besar yang semakin menyemarakkan sporthall Kridosono itu… Bahkan suara yel-yel dan nyanyian-nyanyian dari para supporter terasa sangat keras sekali sehingga bunyi sempritan wasit jadi kurang bisa terdengar.. haha…
Rekor PPI sepanjang masa??
Walah.. emang kenapa kok dibilang rekor? Ternyata event IBB-MP XII telah banyak mendatangkan massa alias supporter ke Sporthall Kridosono. Saking banyaknya, Panitia yang bertugas di loket tiket sampai harus menutup loket karena Tim Keamanan mengatakan Sporthall Kridosono sudah tidak memungkinkan lagi untuk menambah penonton masuk ke dalam, alias sudah penuh sesak. Beuh.. Padahal itu masih hari ke-4 lho.. belum Semi Final, apalagi Final.. Alhasil loket tiket tutup, dan massa yang mau beli tiket pun masih ngantri puanjang di depan loket sambil teriak-teriak minta beli tiket. Bahkan ada yang memasukkan tangan mereka ke lubang loket yang menurutku saking kecilnya sampai mirip kayak rumahnya Jerry dalam Tom & Jerry.. hehe.. (Intermezo nih…). Ternyata dengan menutup loket saja belum cukup untuk meredakan massa yang terus memaksa masuk untuk melihat pertandingan yang hari ini terjadwal SMA Stella Duce 2 Vs SMA Stella Duce 1 yang kemudian disusul dengan pertandingan SMA Kollese De Brito vs SMA Bopkri 2. Beuh.. Gayeng tenan.. (kata temanku..) Jadwal pertandingan hari itu memang OKs banget buat supporter… Sampe-sampe Panitia rada kewalahan mengurusi massa yang pingin masuk ke dalam.. Loket tiket digedor-gedor (bahkan sampai mecahin kaca lho), yang di luar marah-marah, kecewa, dan sebagainya.. Sampai ga kuatnya merespon mereka dari balik loket tiket, akhirnya Panitia yang jaga di loket tiket sampai mematikan lampu dan pergi dari area loket.

Menyanyikan Hymne lagu sekolah seperti telah menjadi rutinitas bagi para pemain dan supporternya, seperti yang nampak pada supporter dan pemain dari JB ini seusai pertandingan..
Itu suasana di luar dan di dalam loket tiket Sporthall Kridosono. Bagaimana dengan suasana di dalamnya? Beuh.. ruamenya bejibun.. Bahkan sampai ada yang duduk di bawah, di pinggiran lapangan.. Ya… kita tahu bahwa Sporthall Kridosono tidak terlalu besar, karena itu dengan massa yang sebanyak itu (dengan 24 bendel tiket terjual, @ 100 lembar), Sporthall Kridosono terlihat begitu ramai sekali.. Pasar aja kalah kali yha?? haha… Saking ramenya, salah satu sekolah yang akan bertanding malam itu sempat mengatakan tidak akan mulai bertanding jika masih ada penonton yang duduk di pinggir lapangan. Alhasil pertandingan molor setengah jam untuk menetralkan lapangan dan mengurusi penonton agar pindah duduk di tribun.. Masalahnya adalah supporter dari pertandingan awal tidak pergi, sedangkan supporter dari pertandingan yang baru mau dimulai sudah menunggu untuk masuk.. Dan Panitia pun tidak bisa mengusir supporter begitu saja, karena mereka punya hak yang sama untuk melihat pertandingan.. wuih..

so crowded..
Banyak teman-teman Panitia yang mengatakan kalau baru pelaksanaan tahun ini acara IBB bisa penuh seperti itu bukan di malam semi final dan final dan telah berhasil menjual berpuluh-puluh lembar tiket hanya dalam satu hari. Bahkan pernah sempat kehabisan tiket untuk dijual loh.. Beuh… Seumur-umurnya PPI Kota Yogyakarta, ya baru kali ini bisa kejadian kayak gini.. ckckck.. salut deh.. saluuuuttt…
Daiyene jadi apa?
Hoho.. Kalau saya sih di kepanitaan IBB jadi pembantu umum ajah.. Kadang di pintu masuk depan nyobekkin karcis supporter, kadang nimbrung bantuin nggeledah tas supporter, kadang juga jadi penonton (lho.. hmmm…), dan yang terakhir-akhir ini saya jadi sering bantuin teman-teman di loket tiket.. haha.. Jujur, sebenarnya grogi ajah kalau di loket soalnya bertransaksi dengan uang secara langsung.. Maklum kadang suka lemot mikir uang kembalian.. khususnya waktu semifinal yang harga tiketnya naik dari Rp 3000 per orang jadi Rp 3500 per orang. haha.. ketauan deh kelemahan anak Fisipol.. Tapi.. so far.. so good kok..

jaga loket hyukss...
Bantuin di loket tiket itu sebenarnya menegangkan. Gemana enggak? lha di atas tempat loket itu adalah tribun penonton yang hanya berlapis kayu saja. Tau sendiri kan penonton atau supporter itu selalu jejingkrakkan kalau liat pertandingan? Lha, yang di bawahnya (alias kita-kita yang jaga loket tiket) yang sengsara.. Bahkan ada yang ketetesan air minum, rokok, kertas-kertas guntingan kecil, bahkan kejatuhan serpihan atap pembatas tribun dengan atap loket yang sudah retak, pecah, dan terlihat sudah kudu diganti itu. Sengsara deh.. Maklum tempat loket tiket itu sebagai base camp Panita juga: ya tempat naruh tas, naruh helm, tempat makan, tempat sholat, tempat nggosip, tempat apa lagi ya? haha..
Liat Cheers Nyok…
Ketika loket ditutup untuk yang kesekian kalinya, itulah saatku untuk bernafas sejenak memikir angka-angka dan keluar dari tempat yang terasa sempit itu. Akhirnya aku liat Lomba Cheersleader (LC) dan Modern Dance (MD) yang baru aja dimulai sekitar pukul 5 sore sampai pukul 7 malam. Dari sekian banyak partisipan LC dari sekolah-sekolah yang ikut, yang aku suka cuma satu: De’ Peav Mania, dari SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. SMA PL ini mengirim peserta cowoknya sebagai peserta LC, satu-satunya dari semua peserta Cheers yang ikut. Dan.. haha.. konyol banget dah ngeliatnya.. Dari kostumnya yang lucu abis dengan kaus kaki belang-belang zebra, ada yang pakai bando, topi tamasya, syal, tank top, rok pendek, baju di atas pusar, haha.. tapi di situlah lucunya, sampai gerakan cheersnya yang aneh-aneh wae.. haha..
Ternyata tidak hanya cewek saja yang bisa Cheers, tapi cowok pun juga mampu. Sebenarnya saya sudah lihat ada cheers cowok secara langsung di event IBB-MP tahun 2007. Mereka cukup menarik perhatian penonton dengan atraksinya (hehe… termasuk aku). Dan mereka pun juga tidak mau kalah dengan membawa pom-pom dan menunjukkan atraksi cheers yang sebenarnya, seperti membuat piramid dan melempar salah satu temannya ke atas atau ke arah lain (duh, aku ga tau deh itu namanya apa.. tapi menurutku cukup amazing.. karena beda sama cheers cewek yang lain). Haaahh.. mereka sanggup membuat penonton tertawa terbahak-bahak dan sanggup membuatku begitu lelah ketawa.. I love this show because they could make me laugh out loud..
The Winners
Sebagai informasi sekaligus penutup dari tulisanku ini, pemenang dari IBB-MP XII ini untuk kategori putra yaitu SMA Bopkri 2 Yogyakarta (Juara I), SMAN 2 Bantul (Juara II), dan SMA Pangudi Luhur (Juara III), dan untuk kategori putri yaitu SMA Bopkri 2 Yogyakarta (Juara I), SMA Stella Duce 1 Yogyakarta (Juara II), dan SMA Santa Maria (Juara III). Untuk Lomba Cheersleader dijuarai oleh SMAN 11 Yogyakarta. Sedangkan untuk Modern Dance – nya dijuarai oleh SMA N 3 Yogyakarta.

Pemenang Modern Dance "Merah Putih" II
Selamat bagi para pemenang.. dan sampai bertemu dalam Invitasi Bola Basket “Merah-Putih” XIII, Lomba Cheersleader “Merah-Putih” VI, dan Lomba Modern Dance “Merah Putih” III 2009 mendatang…