Ardaiyene’s Weblog

February 22, 2009

Hati Yang Damai

Filed under: Uncategorized — by Ardaiyene @ 12:19 pm

 photo-0347e1

Hati perempuanku bertanya, pikiran apa yang telah membawaku melayang untuk selalu mengenangnya. .. Akan tetapi, suatu doroangan dari sebagian hatiku tiba-tiba saja memaksaku untuk mengatakan yang lain bahwa aku tidak ingin bersamanya meskipun sedikit membohongi hatiku. Dan setelah itu, aku merasakan ia telah pergi jauh dariku. Satu yang ingin kutanyakan pada hatiku yaitu ‘akankah ia kembali?’

Sebuah kutipan dari Novel “Hati Yang Damai”, karangan NH. Dini

 

Sit-Pangsit!!

Filed under: Memories — by Ardaiyene @ 5:22 am

walah…walah..walah..walah…

Ternyata kulit pangsit untuk direbus sama digoreng itu beda ya??? PUANtessssaaannnnn… hasil eksperimenku di dapur beberapa hari yang lalu GA BANGETTTT rasanya… Tergoda oleh salah satu resep masakan yang menggunakan pangsit rebus, akhirnya aku mencobanya di rumah. dah semangat-semangat gitu.. Tapi setelah direbus kok ya… ya.. Aneh gitu deh… ga lembek-lembek.. kalaupun lembek juga jadinya malah aneh.. Haduhh… Ga banget deh… Malah jadi parno sendiri.. Bikin pangsitnya aja masih gagal, ditambah kaldunya juga ikut-ikutan gagal lagi!! Aku malah ngerasa aneh sendiri: “sebenarnya niat bikin ga sih gw?” Wah terpengaruh sama mood aku nih.. Ya udah deh, ancurr rasanya.. hahaha…

Gara-gara hasil yang tidak mengenakkan di lidah dan di hati ini, akhirnya malah jadi parno masak beberapa hari.. Takut ga enak lagi… Kan sayang sayurannya…. hehe.. (ngeleesss…wae!)

Aku baru tau kalau kulit pangsit kuah / rebus dengan yang goreng itu beda ya pas aku ke Super Indo kurang lebih satu minggu setelahnya. Sewaktu itu aku melihat ada kulit pangsit kuah di tempat dulu aku mengambil kulit pangsit goreng. Dan batinku mulai berbicara: “oh.. ternyata ada to yang kuah.. berarti beda dong ma yang goreng?” hmmmm… ternyata dulu waktu aku beli kulit pangsit untuk pertama kali itu emang bener untuk digoreng. Masalahnya dulu waktu beli yang goreng, belum ada yang kulit pangsit kuah.. jadi.. Ane ga faham deh tuh… Memang sih ada tulisan di kemasannya: kulit pangsit goreng. Tapi waktu itu aku berfikir: “emang ga bisa ya kalau yang goreng untuk direbus..? kayaknya sama aja ah..” berdasar pemikiran sok tau itu (mendiskon informasi yang ada dan ternyata akurat) akhirnya aku ambil ajah 1 bungkus.. dan akhirnya.. emang ga pas.. haha…

Hmmmphh, kalau kayak gini aku jadi inget film “brownies” yang dimainkan oleh kakak gw, Marcella Zalianty (haha…). Pada tau kan jalan ceritanya kayak gemana? Mell (Marcella Zalianty) bolak balik bikin kue brownies yang enak tapi hasilnya selalu gagal: ya kurang lembutlah, kebanyakan cokelat jadi pahitlah, terlalu keraslah, dan sebagainya. Setidaknya film ini mengajarkan pada kita bahwa dalam membuat suatu masakan tidaklah langsung dapat mempunyai rasa yang pas, tapi sadarilah bahwa suatu proses itu memang diperlukan. Balik lagi ke filmnya, tapi ternyata semakin Mell mencoba untuk membuatnya, dia pun menyadari bahwa dalam proses pembuatan ia harus “berani ungkapkan rasa”..

Yah.. emang harus berani ungkapkan rasa, tapi kayaknya aku masih harus lebih banyak belajar duehhhh…

February 9, 2009

Salah Kostum

Filed under: Memories — by Ardaiyene @ 4:38 am

Saltum.. Saltum…

Beuh… mungkin teman-teman PPI Kota Yk yang melihat aku datang awal pada acara Rapat Pleno PPI Kota Yk yang diselenggarakan kemarin minggu akan bertanya-tanya: sejak kapan rapat pleno pake jeans dan sandalan???

Ya.. ya.. ya.. that was me!! But, listen to me first!

Memang di undangan rapat tersebut disebutkan bahwa pakaian yang akan digunakan adalah casual. Dan sudah sejak lama saya berbeda pandangan dengan PPI atau mungkin dengan pihak lain juga mengenai termcasual’. Menurut PPI, casual adalah dress code di mana kalau pria menggunakan kemeja rapih, celana kain alias non jeans, lebih bagus lagi kalau pakai dasi (tapi hari itu tidak), sepatu pantovel pria dan tak lupa menggunakan Pin PPI bagi yang telah menjadi anggota. Sedangkan yang perempuan menggunakan kemeja juga plus rok panjang atau pendek selutut, tidak ketat dan non jeans, ditambah sepatu cewek (ga harus pantovel), plus Pin PPI-nya.. Nah.. di pandangan saya, casual itu artinya pakaian santai, alias bisa pakai kaos polo, jeans and sandal is OK. Entahlah, mungkin saya terpengaruh oleh penggunaan kata ‘casual’ itu dari majalah anak muda yang dulu suka aku baca..

Mengingat punya pandangan yang berbeda dan mencoba untuk mengkonfirm apakah benar saya dan PPI punya pandangan yang cukup berbeda atau itu hanya dalam pikiranku saja, akhirnya sebelum hari minggu saya mencoba bertanya kepada Sekretaris PPI Kota Yk (teman saya: Bang Udin) yang memberikan undangan tersebut. Saya tanya, “bang, besok pleno boleh pakai kayak gini? (sambil menunjuk ke pakaian yang sedang aku kenakan waktu itu: polo shirt dan jeans..)” dan lantas Bang Udin menjawab dengan berkata: “oh iya, kayak gitu aja ga papa dai…”. Ok, case closed menurutku!

Hari minggu datang, dan aku memang sudah menawarkan diri untuk membantu Bang Udin menyiapkan konsumsi untuk rapat pleno yang dimulai jam 9 pagi itu. Hmm, ya sudah, akhirnya saya pun datang jam 08.30 dengan dress code yang telah saya confirm tersebut. Dan baguslaaaahhhh…. dari jauh saja saya sudah dapat melihat bahwa beberapa anggota yang sudah datang (untungnya belum banyak) sudah memakai kemeja rapih, sedangkan saya semakin pelan saja ngerem sepeda motor saya dan terlihat kebingungan… Dan kebetulan Bang Udin sedang ada di depan pintu. Dan langsung saja saya tanya ke dia dan mereka yang ada di sana.. “lho.. pakai kemeja po? katanya boleh pake kayak gini?” Sambil kelihatan kebingungan, heran, dan merasa kudu balik lagi ganti baju.. Akhirnya aku turun dari motor dan mencoba confirm kembali.. “Enggak dai……. pakai kemeja..” kata Bang Udin pelan. Lantas aku kembali menjawab “lho mas, kemarin kan aku sudah tanya, aku dah confirm.. katanya boleh kayak gini.. piye sih mas?” Ya.. memang ada sedikit perdebatan yang akhirnya aku akhiri dengan mencubitnya gemas dan aku langsung cabcus alias pulang lagi ke rumah tanpa malu pamit lagi ke teman-teman kalau aku kudu pulang lagi ganti baju.. (lha, ngapain malu… yang khilaf bukan aku kok?!). Untung rumahku deket sama Kandep, tempat plenonya itu..

Ya sudahlah.. aku pulang dan di perjalanan aku bertanya-tanya, harus pakai rok ga ya? Beuh.. padahal aku ga tau ada rok enggak ya di rumah.. haha… maklum roknya kudu rada resmi.. alias bukan rok sembarang rok.. Pas nyampe rumah akhirnya aku disms sama Bang Udin dan bilang: ”…. kalau bisa pakai rok ya dai..” Ya udah deh bongkar-bongkar di rumah.. Dan akhirnya aku sampe di Kandep jam 9 lebih.. Pleno sudah dimulai.. dan lagi – lagi saya ketemu sama Bang Udin di depan sewaktu aku baru sampai dan memarkirkan motorku. Melihat aku, dia hanya senyum-senyum aja, lalu mendekatiku dan bilang: “Sorry dai, aku ga sadar aku bilang itu ke kamu kemarin.. maaf ya.. ayo, tak tungguin.. kita masuk ke dalam bareng… “

Mau tau jawabanku ke dia?

“Kamu terpesona sama aku po mas, sampe-sampe ga sadar sama apa yang aku tanyakan dan yang kamu katakan kemarin ???”

Hmmmmmphhhhh……

February 6, 2009

Semarak IBB-MP XII, LC-MP V, & MD-MP II PPI Kota Yogyakarta 2008

Filed under: Reviews — by Ardaiyene @ 3:30 am

“Di sini aku, di sana kamu, di mana-mana kita saudara..” (salah satu yel-yel supporter)

GOR Kridosono Yogyakarta terlihat sangat crowded banget, nget, nget.. terlebih ketika para supporter selalu menyanyikan yel-yel untuk para pemainnya.. Emang ada apaan sih? Well, di Kridosono dari tanggal 24 – 31 Januari 2009 telah diselenggarakan Invitasi Bola Basket Merah Putih (IBB-MP) yang ke XII untuk kategori SMA/K dan MA se-Daerah Istimewa Yogyakarta. Event tahunan yang diselenggarakan oleh Panitia Lustrum III Purna Paskibraka Indonesia Kota Yogyakarta ini juga dimeriakkan oleh Lomba Cheersleader Merah Putih (LC-MP) ke V dan Lomba Modern Dance Merah Putih (MD-MP) ke II se-Kota Yogyakarta – dua kategori lomba yang ga kalah mendatangkan supporter yang rame banget..

dscf5157a

Rangkaian lomba ini sebenarnya telat diselenggarakan. Seharusnya IBB-MP, LC-MP, dan MD-MP diselenggarakan segera setelah Lomba Baris Berbaris Merah Putih (LBB-MP) dilaksanakan di penghujung tahun 2008. Tetapi karena satu dan lain hal, para pecinta basket SMA/K dan MA se-Daerah Istimewa Yogyakarta harus menunggu 2 bulan untuk menanti persiapan dari ketiga acara lomba yang termasuk besar ini… Saking ga sabarnya bahkan ada beberapa sekolah yang coba contact ke PPI Kota Yogyakarta dah bahkan ada Pelatih dan anak-anak SMA yang langsung mendatangi Sekretariat PPI Kota Yogyakarta segala lho untuk menanyakan event IBB yang kok belum datang undangannya??!!! Ya.. menurut saya sih wajar saja, karena event IBB-MP sudah menjadi kegiatan tahunan (sudah punya nama) dan ajang bagi mereka untuk mengetahui sportivitas kompetisi permainan Basket mereka. Dan untuk itu saya selaku salah satu Panitia Lustrum III PPI Kota Yogyakarta sekaligus mewakili teman-teman yang lain mengucapkan maaf atas keterlambatannya, tetapi toh kita dapat menjalaninya di awal tahun 2009… Alhamdulillah..

Walaupun telat muncul, tapi ternyata kami masih mendapat antusiasme yang luar biasa dari para pencinta basket, cheers, dan modern dance. Hal ini terlihat dari terpenuhinya kuota invitasi yang kami sebar, dan terlebih para supporter yang luar biasa hebatnya di tribun.. hehe…

Para Supporter yang menggemakan Sporthall Kridosono

Para Supporter yang menggemakan Sporthall Kridosono

Suasana di dalam GOR Kridosono memang penuh dengan sportivitas. Yang di lapangan konsentrasi dengan permainan basketnya, dan di atas tribun supporter terus-menerus menyanyikan yel-yel bagi sekolah-sekolahnya dengan drum-drum besar yang semakin menyemarakkan sporthall Kridosono itu… Bahkan suara yel-yel dan nyanyian-nyanyian dari para supporter terasa sangat keras sekali sehingga bunyi sempritan wasit jadi kurang bisa terdengar.. haha…

Rekor PPI sepanjang masa??

Walah.. emang kenapa kok dibilang rekor? Ternyata event IBB-MP XII telah banyak mendatangkan massa alias supporter ke Sporthall Kridosono. Saking banyaknya, Panitia yang bertugas di loket tiket sampai harus menutup loket karena Tim Keamanan mengatakan Sporthall Kridosono sudah tidak memungkinkan lagi untuk menambah penonton masuk ke dalam, alias sudah penuh sesak. Beuh.. Padahal itu masih hari ke-4 lho.. belum Semi Final, apalagi Final.. Alhasil loket tiket tutup, dan massa yang mau beli tiket pun masih ngantri puanjang di depan loket sambil teriak-teriak minta beli tiket. Bahkan ada yang memasukkan tangan mereka ke lubang loket yang menurutku saking kecilnya sampai mirip kayak rumahnya Jerry dalam Tom & Jerry.. hehe.. (Intermezo nih…). Ternyata dengan menutup loket saja belum cukup untuk meredakan massa yang terus memaksa masuk untuk melihat pertandingan yang hari ini terjadwal SMA Stella Duce 2 Vs SMA Stella Duce 1 yang kemudian disusul dengan pertandingan SMA Kollese De Brito vs SMA Bopkri 2. Beuh.. Gayeng tenan.. (kata temanku..) Jadwal pertandingan hari itu memang OKs banget buat supporter… Sampe-sampe Panitia rada kewalahan mengurusi massa yang pingin masuk ke dalam.. Loket tiket digedor-gedor (bahkan sampai mecahin kaca lho), yang di luar marah-marah, kecewa, dan sebagainya.. Sampai ga kuatnya merespon mereka dari balik loket tiket, akhirnya Panitia yang jaga di loket tiket sampai mematikan lampu dan pergi dari area loket.

Menyanyikan Hymne lagu sekolah seperti telah menjadi rutinitas bagi para pemain dan supporternya, seperti yang nampak pada supporter dan pemain dari JB ini seusai pertandingan..

Menyanyikan Hymne lagu sekolah seperti telah menjadi rutinitas bagi para pemain dan supporternya, seperti yang nampak pada supporter dan pemain dari JB ini seusai pertandingan..

Itu suasana di luar dan di dalam loket tiket Sporthall Kridosono. Bagaimana dengan suasana di dalamnya? Beuh.. ruamenya bejibun.. Bahkan sampai ada yang duduk di bawah, di pinggiran lapangan.. Ya… kita tahu bahwa Sporthall Kridosono tidak terlalu besar, karena itu dengan massa yang sebanyak itu (dengan 24 bendel tiket terjual, @ 100 lembar), Sporthall Kridosono terlihat begitu ramai sekali.. Pasar aja kalah kali yha?? haha… Saking ramenya, salah satu sekolah yang akan bertanding malam itu sempat mengatakan tidak akan mulai bertanding jika masih ada penonton yang duduk di pinggir lapangan. Alhasil pertandingan molor setengah jam untuk menetralkan lapangan dan mengurusi penonton agar pindah duduk di tribun.. Masalahnya adalah supporter dari pertandingan awal tidak pergi, sedangkan supporter dari pertandingan yang baru mau dimulai sudah menunggu untuk masuk.. Dan Panitia pun tidak bisa mengusir supporter begitu saja, karena mereka punya hak yang sama untuk melihat pertandingan.. wuih..

so crowded..

so crowded..

Banyak teman-teman Panitia yang mengatakan kalau baru pelaksanaan tahun ini acara IBB bisa penuh seperti itu bukan di malam semi final dan final dan telah berhasil menjual berpuluh-puluh lembar tiket hanya dalam satu hari. Bahkan pernah sempat kehabisan tiket untuk dijual loh.. Beuh… Seumur-umurnya PPI Kota Yogyakarta, ya baru kali ini bisa kejadian kayak gini.. ckckck.. salut deh.. saluuuuttt…

Daiyene jadi apa?

Hoho.. Kalau saya sih di kepanitaan IBB jadi pembantu umum ajah.. Kadang di pintu masuk depan nyobekkin karcis supporter, kadang nimbrung bantuin nggeledah tas supporter, kadang juga jadi penonton (lho.. hmmm…), dan yang terakhir-akhir ini saya jadi sering bantuin teman-teman di loket tiket.. haha.. Jujur, sebenarnya grogi ajah kalau di loket soalnya bertransaksi dengan uang secara langsung.. Maklum kadang suka lemot mikir uang kembalian.. khususnya waktu semifinal yang harga tiketnya naik dari Rp 3000 per orang jadi Rp 3500 per orang. haha.. ketauan deh kelemahan anak Fisipol.. Tapi.. so far.. so good kok..

jaga loket hyukss...

jaga loket hyukss...

Bantuin di loket tiket itu sebenarnya menegangkan. Gemana enggak? lha di atas tempat loket itu adalah tribun penonton yang hanya berlapis kayu saja. Tau sendiri kan penonton atau supporter itu selalu jejingkrakkan kalau liat pertandingan? Lha, yang di bawahnya (alias kita-kita yang jaga loket tiket) yang sengsara.. Bahkan ada yang ketetesan air minum, rokok, kertas-kertas guntingan kecil, bahkan kejatuhan serpihan atap pembatas tribun dengan atap loket yang sudah retak, pecah, dan terlihat sudah kudu diganti itu. Sengsara deh.. Maklum tempat loket tiket itu sebagai base camp Panita juga: ya tempat naruh tas, naruh helm, tempat makan, tempat sholat, tempat nggosip, tempat apa lagi ya? haha..

Liat Cheers Nyok…

Ketika loket ditutup untuk yang kesekian kalinya, itulah saatku untuk bernafas sejenak memikir angka-angka dan keluar dari tempat yang terasa sempit itu. Akhirnya aku liat Lomba Cheersleader (LC) dan Modern Dance (MD) yang baru aja dimulai sekitar pukul 5 sore sampai pukul 7 malam. Dari sekian banyak partisipan LC dari sekolah-sekolah yang ikut, yang aku suka cuma satu: De’ Peav Mania, dari SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. SMA PL ini mengirim peserta cowoknya sebagai peserta LC, satu-satunya dari semua peserta Cheers yang ikut. Dan.. haha.. konyol banget dah ngeliatnya.. Dari kostumnya yang lucu abis dengan kaus kaki belang-belang zebra, ada yang pakai bando, topi tamasya, syal, tank top, rok pendek, baju di atas pusar, haha.. tapi di situlah lucunya, sampai gerakan cheersnya yang aneh-aneh wae.. haha..

Ternyata tidak hanya cewek saja yang bisa Cheers, tapi cowok pun juga mampu. Sebenarnya saya sudah lihat ada cheers cowok secara langsung di event IBB-MP tahun 2007. Mereka cukup menarik perhatian penonton dengan atraksinya (hehe… termasuk aku). Dan mereka pun juga tidak mau kalah dengan membawa pom-pom dan menunjukkan atraksi cheers yang sebenarnya, seperti membuat piramid dan melempar salah satu temannya ke atas atau ke arah lain (duh, aku ga tau deh itu namanya apa.. tapi menurutku cukup amazing.. karena beda sama cheers cewek yang lain). Haaahh.. mereka sanggup membuat penonton tertawa terbahak-bahak dan sanggup membuatku begitu lelah ketawa.. I love this show because they could make me laugh out loud..

The Winners

Sebagai informasi sekaligus penutup dari tulisanku ini, pemenang dari IBB-MP XII ini untuk kategori putra yaitu SMA Bopkri 2 Yogyakarta (Juara I), SMAN 2 Bantul (Juara II), dan SMA Pangudi Luhur (Juara III), dan untuk kategori putri yaitu SMA Bopkri 2 Yogyakarta (Juara I), SMA Stella Duce 1 Yogyakarta (Juara II), dan SMA Santa Maria (Juara III). Untuk Lomba Cheersleader dijuarai oleh SMAN 11 Yogyakarta. Sedangkan untuk Modern Dance – nya dijuarai oleh SMA N 3 Yogyakarta.

Pemenang Modern Dance "Merah Putih" II

Pemenang Modern Dance "Merah Putih" II

Selamat bagi para pemenang.. dan sampai bertemu dalam Invitasi Bola Basket “Merah-Putih” XIII, Lomba Cheersleader “Merah-Putih” VI, dan Lomba Modern Dance “Merah Putih” III 2009 mendatang…

Powered by WordPress.com