Ardaiyene’s Weblog

December 3, 2008

Let’s Talk (a bit) about TRUST!! (a Review of Strategy Class)

Filed under: Uncategorized — by Ardaiyene @ 10:45 am

Kenapa tiba-tiba jadi tertarik membahas tentang TRUST? Haha, terinspirasi sedikit dari kelas Strategi kemarin (lagi-lagi dari kelas strategi ya? It’s a great class!)

Salah satu mahasiswa di kelas Strategi dalam menjawab pertanyaan kelompok mengatakan bahwa hubungan yang terjalin sesama manusia pastilah dilandasi oleh adanya TRUST atau rasa percaya satu sama lain. Jika di antara dua insan (misalkan) tidak ada saling percaya, mustahil akan terjalin hubungan di antara keduanya. Dan yup, saya setuju dengan itu. TRUST itu ada ketika seseorang sudah mulai akrab dan mulai menanamkan rasa kepercayaan dia kepihak lawan baik itu dia teman, sahabat, kenalan, rekan, tetangga, dan sebagainya. Dalam konteks keluarga besar, TRUST sudah dapat ditanamkan dari awal, dari sejak kita kecil.

TRUST, menurut penjelasan dosenku, akan menjadi relevan ketika ada kemungkinan untuk dikhianati. Maksudnya gini, jika kita menaruh rasa percaya pada seseorang, maka akan ada kemungkinan untuk dikhianati olehnya. Jika kita tidak merasa akan dikhianati oleh seseorang, maka tidak perlu ada TRUST
(hmmm, I’ve got the message here!). Dan itulah yang dimaksud dengan vulnerability.

photo-0608trust21Ketika kita memberikan TRUST pada orang lain, maka seketika itu pula kita menerima akan adanya vulnerability. Manusia pada dasarnya sangat sensitif dengan pengingkaran, bohong, dan pengkhianatan. Dan kita menemui semua jenis itu dalam sebuah konsekuensi TRUST yang kita berikan pada orang lain. Satu hal yang perlu diingat adalah, ketika kita memberikan TRUST, itu tandanya kita hanya mengendalikan sebagian dari suatu hal dan sebagian yang lain dikendalikan oleh orang kita percayai. Dan karena ada sebagian yang dikuasai atau dikendalikan oleh orang lain itu, that’s why there’s a possibility for us to be betrayed! (Don’t you think so?!)

Pernah mendengar istilah ‘Game of TRUST?’

Game of TRUST mempunyai poin penting yaitu: Seberapa besar Anda menerima vulnerability itu?

Jika Anda memberikan TRUST itu berarti Anda telah siap dengan vulnerability yang ada dan Anda dapat dikatakan Risk Acceptant (menerima resiko). Namun, bila sebaliknya di mana Anda tidak memberikan TRUST karena takut akan vulnerability yang ada, maka Anda adalah Risk Averse (menghindari resiko). Menurut saya tidak ada yang jelek dari Risk Acceptant ataupun Risk Averse. Semuanya mempunyai alasan masing-masing mengapa seseorang bersedia atau tidak bersedia untuk menaruh kepercayaan pada orang lain.

Semoga sedikit ulasan mengenai TRUST ini bisa membantu siapa pun yang membacanya untuk lebih bisa membina hubungan dengan siapa pun itu. Ingat, TRUST tidak hanya diberikan pada individu saja, tapi juga terhadap institusi, organisasi, dan rezim-rezim tertentu. Dan bahkan Dosenku berkata bahwa TRUST lebih sering diajukan pada institusi daripada individu.

Powered by WordPress.com