Ga nyangka ternyata aku bisa datang di acara penutupan Indonesia Channel 2008 di Taman Budaya 31 Oktober lalu. Ternyata acara Indonesia Channel ini udah berjalan 2-3 bulan, tapi aku malah ga tau progresnya. Aku hanya tau kalau akan ada Indonesia Channel tapi aku malah ga tau kalau kegiatannya itu adalah seperti ini-berupa beasiswa seni dan budaya Indonesia bagi 50 pemuda yang berasal dari 29 negara di Asia, Pasifik, Afrika, Eropa, dan Amerika. Untungnya, aku kedapetan tiket dari Ketua Komahi UGM.. hehe.. Thanks Angga…
Wuih..wuih.. ternyata rame juga yang datang.. dan sempet kaget juga.. oohh.. ternyata acaranya emang gede, pokoknya Deplu RI punya gawe deh!! Makanya ga heran kalau Pak Hassan Wirajuda selaku Menlu RI beserta pejabat-pejabat Deplu RI lainnya juga hadir di malam itu. Tamu undangannya juga banyak banget. Yang paling banyak datang otomatis mahasiswanya lah.. Yang membuat Indonesia Channel ini berwarna adalah karena ada berbagai warna yang dipakai oleh para mahasiswa yang terlihat dari Jas Alamamater yang digunakan. Beda universitas, beda pula warna almamaternya. Dan hal ini pulalah yang disinggung oleh Bapak Umar Hadi, Direktur Diplomasi Publik Deplu RI, yang dalam sambutannya mengatakan bahwa warna-warni dari jaket almamater para mahasiswa juga menjadi cirri khas acara Indonesia Channel yang merekfleksikan kebanggaan kita akan identitas diri masing-masing, tanpa harus menisbikan keberadaan orang lain di sekitar kita.
Ngomong-ngomong masalah panitia, Panitia lapangannya sebagian besar dari mahasiswa yang dikoordinatori oleh Ketua Komahi (Korps Mahasiswa Hubungan Internasional) UGM, Angga Kusumo. Nah.. mahasiswa-mahasiswa yang terlibat dalam kepanitiaan ini pun juga dari berbagai univ.. yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Hubungan INternasional Indonesia Wilayah IV (Yogyakarta dan sekitarnya) yang meliputi Komahi UGM, Komahi UMY, dan Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional UPN ‘Veteran’ Yogyakarta. Oiya, Korps Mahasiswa Fakultas Ekonomi UGM juga ikutan lho…^^
Setelah membaca buku panduan yang diberikan panitia, aku baru tau ternyata acara malam itu adalah penutupan dari hasil mereka (para 50 peserta) berlatih seni dan budaya Indonesia selama hamper 3 bulan. Para peserta ini pada awalnya mendapat pembekalan oleh Deplu RI selama 1 minggu dan kemudian dibagi menjadi 4 kelompok secara acak untuk mendalami kebudayaan Indonesia di empat kota: Yogyakarta (Sanggar Sekar Setaman), Solo (Sanggar Soerya Soemirat), Bandung (Saung Angklung Udjo), dan Depansar (Sanggar Seni Semarandana).
Boleh jadi para peserta ini sebagian besar dari luar Indonesia, tapi eitssss, jangan salah.. mereka pinter, lihai, dan terlihat begitu mendalami seni dan budaya Indonesia. Keempat kelompok ini membawakan berbagai seni dan budaya tradisional Indonesia yang mewakili daerah tempat mereka belajar seni dan budaya Indonesia. Cukup khas dan menarik. Cukup menggugah dan buat aku bangga.. mereka keren banget.. apalagi waktu ada salah satu peserta (dari Sanggar yang di Solo) tiba-tiba menyanyikan lagu pop berbahasa Indonesia dari band ST12 yang judulnya Puspa. Fasih banget dan sumpah.. keren euy.. setelah diketahui, ternyata yang nyanyi dari Kamboja.. wahhhh….. Suisedai…. Haha…
Ada banyak banget tarian yang ditampilkan, seperti Angklung Arumba (Can’t Help Falling in Love, Rasa Sayange, dan Puspa dari ST12), Sedratrai Bambangan Cakil, Tabuh Bila, Rampak Kendang, Sedratari Ambabar Batik yang baru aku tau dan lihat.. ternyata lucu juga tarian dari Solo Jateng ini.. beda ma tarian-tarian sebelumnya yang udah pernah aku liat… biasanya mah kalau nari itu bawa kipas, bunga, selendang dipinggul, tapi ini mah batik (jarik) dan dibuka lebar-lebar, dikibas sana sini.
Selain itu juga ada Tari Pendet Puspa Werti, Tari Adimergangga, Sedratari Perang Giriantara, Seni Ibing PEncak Silat, wayangan, terus ada Rampak Kendang, kolaborasi music, dan dimeriahkan oleh Yovie and Nuno dan Paduan Suara Mahasiswa UGM..
Terakhir acara selesai, para penonton, terutama mahasiswanya langsung mengincar Pak Hasan buat foto-foto.. wah dah kayak artis ajah kalau dilihat. Lagian gemana enggak?? Mahasiswa yang hadir aja kebanyakan dari jurusan HI, ada Pak Hassan Wirajuda lagi.. yah, mau ga mau jadi santapan foto anak-anak HI… haha.. laris manis deh… eh, tapi yang peserta 50 orang itu juga jadi rebutan kenalan mahasiswa HI lho.. bahkan pake foto bareng juga.. yah.. sebagai bentuk apresiasi juga dengan keahlian yang telah mereka dapatkan.
Ya.. salah satunya aku sih yang narsis.. hehee..
yang di kiri atas: aku ma Anushya (Thailand, yang keren banget narinya..), kanan atas: aku ma salah satu peserta (kayaknya dari Cina, narinya juga lihai banget, palagi waktu meragain pencak silatnya, wush..wush..), yang bawah itu anak PPI semua.. haha.. tapi UGM punya.. alias anak Fisipol.. dari kiri ke kanan: Yani (komunikasi 08), mas Adit (komunikasi 2003), Daiyene (HI 06), Sasa (HI 07).
Acara Indonesia Channel selain sebagai diplomasi publik dan kebudayaan yang diupayakan oleh Indonesia tentunya secara tidak langsung menyadarkan masyarakat Indonesia, khsusunya para generasi muda, bahwa kebudayaan merupakan suatu soft power yang harus tetap dijaga dan dikembangkan. Jika orang berkebangsaan luar saja bisa memainkan angklung, kenapa kita sebagai orang Indonesia tidak bisa? Jika orang Thailand terlihat lihai menarikan dan memerankan tokoh Rama, mengapa kita tidak bisa melakukan hal yang sama? Jika orang Kamboja tidak malu menyanyikan lagu dari Indonesia dan fasih melafalkan kata-kata berbahasa Indonesia, mengapa kita tidak bisa lebih fasih dari dia?
Ayo teman, kita renungkan bersama bahwa sungguh banyak seni dan budaya Indonesia yang perlu kita jaga dan kembangkan..
Semangat!!
salam HIers UGM 2006 …



wah panjang amat critanya kayak cerpen..hehehehee
salam eliners ugm 2006…eehhehhee
Comment by sanjaya — November 17, 2008 @ 5:03 am |
ST 12 ??? mantep tuhhh
Comment by lupek — November 17, 2008 @ 6:34 am |
@sanjaya: haha.. jangan heran kalau tulisanku panjang-panjang. ntu mah belum seberapa bang!! hahaha…
@lupek: iyah ST 12.. mantep banget. hehe, sayang ga foto ma dia pas bubaran.. hehe
Comment by Ardaiyene — November 17, 2008 @ 12:37 pm |