Ardaiyene’s Weblog

September 22, 2008

Mau apa?

Filed under: Uncategorized — by Ardaiyene @ 3:02 pm

Mau senyum?

Senyum ajah…

Mau ketawa?

Ketawa ajah…

Mau suka?

Suka ajah…

Mau sayang?

Sayang ajah…

Mau kangen?

Kangen ajah…

Mau cinta?

Cinta ajah…

Mau capek?

Capek ajah…

Mau kesel?

Kesel ajah…

Mau bosan?

Bosan ajah…

Mau marah?

Marah ajah…

Mau kecewa?

Kecewa ajah…

Mau sakit?

Sakit ajah…

Mau nangis?

Nangis ajah…

Mau pergi?

Pergi ajah…

Mau datang?

Datang ajah…

Apapun?

Terserah ajah deh…

Ketika seseorang tak mau peduli

Apa yang orang lain rasakan..

Ketika seseorang acuh terhadap

Apapun yang orang lain inginkan..

Menurutmu gemana?

Gemana ajah deh….

Huuuaaaaaaa……….

__

Mau senyum?

Senyum ajah…

Mau ketawa?

Ketawa ajah…

Mau suka?

Suka ajah…

Mau sayang?

Sayang ajah…

Mau kangen?

Kangen ajah…

Mau cinta?

Cinta ajah…

Mau capek?

Capek ajah…

Mau kesel?

Kesel ajah…

Mau bosan?

Bosan ajah…

Mau marah?

Marah ajah…

Mau kecewa?

Kecewa ajah…

Mau sakit?

Sakit ajah…

Mau nangis?

Nangis ajah…

Mau pergi?

Pergi ajah…

Mau datang?

Datang ajah…

Apapun?

Terserah ajah deh…

(Apakah hidup harus seperti itu??)

Ketika seseorang tak mau peduli

apa yang orang lain rasakan..

Ketika seseorang acuh terhadap

apapun yang orang lain inginkan..

Ketika seseorang tidak mengindahkan

perasaan orang lain..

Tempatkanlah dirimu di posisinya!!

Dan kau akan mengerti.

__

Mau senyum?

Senyum ajah…

Mau ketawa?

Ketawa ajah…

Mau suka?

Suka ajah…

Mau sayang?

Sayang ajah…

Mau kangen?

Kangen ajah…

Mau cinta?

Cinta ajah…

Mau capek?

Capek ajah…

Mau kesel?

Kesel ajah…

Mau bosan?

Bosan ajah…

Mau marah?

Marah ajah…

Mau kecewa?

Kecewa ajah…

Mau sakit?

Sakit ajah…

Mau nangis?

Nangis ajah…

Mau pergi?

Pergi ajah…

Apapun?

Terserah ajah deh…

Ketika seseorang tak mau peduli

Apa yang orang lain rasakan..

Ketika seseorang acuh terhadap

Apapun yang orang lain inginkan..

Sekarang…

Mau datang?

Pergi ajah deh…

__

September 7, 2008

Don’t you know.. Oh, don’t you know?? (animal version)

Filed under: Uncategorized — by Ardaiyene @ 3:37 am

Ants don’t sleep at all.

(hebat ya..ternyata makhluk sekecil itu bisa tidak tidur sama sekali)

A cockroach can live for a week with no head!

(wah, jadi tambah ngeri aja nih ketemu kecoak tanpa kepala! Hiiii….)

You can hear a lion roar five miles away.

(gile aje, masa iya bisa kedengeran sampe 5 mil atau setara 9 km?? kalo ngedengernya dari radius 1 m, bisa ‘budi’ ga ya telinganya? Hehe..)

A chicken can fly for 13 seconds.

(nah, karena si ayam ini bisa terbang juga makanya aku ngerasa ngeri
deket-deket ma
ayam. Kalo tiba-tiba mendaratnya ke aku, plus dikasih bonus
patokan ayam a
to dicakar kan ya….bagus banget jadinya??!!!)

A cow can walk up stairs but a cow can’t walk downstairs,
because its knees bend the wr
ong way.

(Wee..iya iya…ternyata… kalo gitu sapinya suruh telp 911 ajah.. minta disediain matras di bawah biar kalo terjun dari atas bisa ‘saved’. Haha..)

Goldfish have a memory only 3 seconds!

(waduh, cuma 3 detik? Terus apa yang diinget dong? Makanya, wahai manusia…banyak-banyaklah bersyukur diberi long-term memory..)

No two finger prints are the same.

(I know ;p)

No two spider webs are the same.

(waduh, belum tak selidiki’e….)

No two cows have the same spots.

(Oh, really?)

No two Zebra’s have the same stripes.

(well, I’m not quite sure about this!)

The information taken from EF, Your English Magazine

Issue 05: 2005

September 6, 2008

Magang di Biro Kerjasama Setda Prov. D.I. Yogyakarta.

Filed under: Memories — by Ardaiyene @ 8:32 am

Alhamdulillah saya dapat diterima di Biro Kerjasama Setda Prov. D.I. Yogyakarta. Prosedur magang di Biro Kerjasama yang tidak sulit serta letak kantor (berada di Kepatihan Yogyakarta) yang dekat dengan rumah telah sangat memudahkan saya menjalani magang selama satu bulan (30 Juni – 29 Juli 2008). Satu bulan magang di Biro Kerjasama telah memberikan begitu banyak ilmu, pengalaman, masukan, teman, dan juga kenangan tentunya. Terima Kasih kepada semua pihak (terutama Bapak Nur Syahrir Rahardjo-Karo Kerjasama Setda Prov. D.I. Yogyakarta) yang telah menerima, membantu, membimbing, menemani, dan sebagainya sehingga magang saya menjadi lancar.

Mau tau pengalamanku magangku selama satu bulan di Biro Kerjasama Setda Prov. D.I Yogyakarta??

Check this out!!

Day 1, 30 Juni 2008 : Surprising-Challenging-Embarrasing ! !

Hari pertama aku magang sendiri bok! Uuuhhh, sedih-sedih… Tapi apa boleh buat, hari ini tanggal 30 Juni 2008 harus aku lalui, sesulit apapun itu! Mantapkan hati, kumelangkah ke Biro Kerjasama (BK). Yups,, ternyata Bu Khasanah yang ngurus magang lagi ada kursus, So… aku disuruh nunggu sebentar. Coz, aku juga ga tau nih mau ditaruh di mana. Mana aku juga belum ketemu sama Kepala Bironya! Waduh….(batinku). Tapi ga lama kemudian, aku diantar ke Bagian Kerjasama Luar Negeri (KSLN). Ok, then, aku dikenalin, pertama sama Bapak Imam-salah satu Kepala Subbagian di KSLN. Berhubung Kepala Bagian KSLN belum datang, akhirnya aku nunggu deh di sebuah meja yang ternyata emang khusus untuk anak-anak yang magang di BK. Kata Pak Imam, ”Nanti ya mbak, kita menghadap Bapak (Kabag KSLN). Bapak belum rawuh”. ”Oh, iya Pak!”.

Tik..tik…tik…jarum jam semakin berputar tapi waktu serasa seakan lama bagiku. Melihat mereka yang bekerja sedangkan aku hanya diam, duduk, kadang mengamati mereka, kadang baca koran (untung aku beli koran dulu sebelum ke BK). Tapi ya sudahlah…emang disuruh nunggu..ya nunggu saja…baca koran aja deh….

Tiba-tiba…”Mbak ini anaknya yang ibunya temannya Bapak ya?” tanya Ibu Khris sambil mendekat ke mejaku… ”Oh, iya bu?”, ”Ini ada bacaan, dibaca saja sambil menunggu…” lanjut Ibu Khris. ”Oh iya, terima kasih ibu….”. Sambutan yang cukup hangat buat aku… Lagi asik-asik baca, ada pegawai dari Monev-monitoring dan evaluasi (pegawai sebelah-beda bagian tapi suka main ke KSLN) yang ngajak kenalan… (hahahaha…kayak apaan aja?). So, ya…Thanks God, kalo ada yang bisa menerima aku. Setidaknya aku tidak akan terlalu gugup untuk menghabiskan satu hari di KSLN sendirian….

Ga lama kemudian, Kabag KSLNnya datang. Hm…cukup terlambat jika disesuaikan dengan jadwal masuk kerja PNS. Ternyata barusan ngambil raport anaknya. Anaknya aja diajak ke kantor. De’ Rahma namanya. Ga lama setelah itu, Pak Imam mengantar aku ke ruangan Kabagnya dan memberitahukan bahwa ada mahasiswa yang akan magang di KSLN. Aku disuruh masuk. Dan duduklah aku di meja Kabag KSLN. ” Selamat Pagi Pak…..” Percakapan pun dimulai… Dan Bapak Surendro pun selaku Kabag KSLN sedikit memberikan aku informasi mengenai KSLN. Dari ada berapa anak buahnya, kerjaan yang mereka tangani, dan memberikan hal-hal yang mungkin nantinya akan aku kerjakan sebagai mahasiswa magang. Aku dengarkan dengan seksama dan menyambutnya dengan senang…. Katanya, aku akan membantu hal-hal teknis yang dikerjakan oleh pegawainya. Aku pikir it’s ok lah… Karena aku pikir aku harus mendapat ilmu apapun itu di sini, di BK. Dan lanjutnya aku nunggu disuruh aja dulu, coz masih hari pertama. Mungkin mengamati menjadi hal yang harus aku lakukan dulu. Ternyata bener…sewaktu aku tanya Pak Imam juga begitu jawabannya. ”Untuk hari ini mungkin De’ Daiyene liat dulu situasi di sini kayak apa, dipelajari, besok baru mulai bisa melakukan apa yang harus dan bisa De’ Daiyene lakukan.” Wow…aku bener-bener kudu jadi observer dulu nih…seharian gini… Padahal baru jam 10 pagi, dan jam pulangnya masih jam 14.15. Ngantuk-ngantuk deh!! Oh iya, aku baru tau kalau ternyata Kepala Bironya lagi pergi ke Tunisia bersama Wagub. Jadwal pulangnya tanggal 1 Juli, tapi aku ga tau bakal masuk kantor lagi kapan… So, hari ini aku tidak menghadap beliau.

Karena masih disuruh jadi observer, jadi kerjaanku hanya baca koran, sesekali melihat mereka ribut sendiri dengan pekerjaannya, baca lagi, liat lagi, baca lagi, minum, liat hp, dan ….”Mbak, nanti ikut saya ya menemui tamu dari Jepang sama Bapak (Kabag KSLN).” Suara Ibu Khris tiba-tiba membangunkan hawa malasku. ”Oh iya Bu.” jawabku.. Tapi (dalam batinku) yang bener nih ketemu tamu dari Jepang?? Aku kira kesempatan bisa ketemu atau diajak ketemuan dengan tamu dari luar negeri itu jarang-jarang… tapi ini terjadi di hari pertamaku… It Happened to me! wow…so surprising!! Then, aku langsung siap-siap ambil notebook dan pulpen.. Udah siap langsung deh kita turun, jalan ke ruang rapat Setda Prov. DIY. Lumayan jauh.. sampe-sampe Kabagnya bilang, ”wah,, kalau dah sehari ada tiga kali kunjungan gini bisa kendor nih…” Aku hanya tersenyum manis saja mendengarnya ngomong kayak gitu. Yah…aku pikir wajar saja. KSLN itu sendiri ada di lantai 3, sedangkan ruang rapatnya ada di gedung Setda di sebelah selatan, mooojok lagi… kupikir gemana ga capek buat mereka (Kabag dan Ibu Khris) yang kupikir udah ga muda lagi… Kasian juga…. Tapi tetep, suatu kehormatan buat aku bisa diajak mereka… sueneng rek!!

Dalam perjalanan ke ruang rapat aku ga banyak ngomong. Mau ngomong aja kayaknya kudu diatur dan dipikir-pikir lagi.. Takut salah ngomong, atau nanti kesannya cerewet banget. Sedangkan di sana itu kan lingkungan orang kerja, kantor gubernur lagi.. Apa kata dunia kalo tiba-tiba ada yang nilai aku sok cerewet tanya ini itu di hari pertama magangku? No way…!! Udah nyampe, sempet nunggu rombongan dari Jepagnya sekitar 15 menit. Dan….mereka datang….dan…mau ga mau salaman dong…meskipun aku cuma mahasiswa yang lagi magang, pakaiannya beda sendiri dari pegawai sana yang pakai serangam biru-biru semua. Dan masuklah kami ke ruang rapat…

Wow,, ternyata rapat itu membicarakan follow up atau kelanjutan dari kerjasama dari pihak Jepang tersebut dengan Prov. DIY. Mereka berfokus pada caregivers atau perawat lansia. Ada interpreternya bok!! Kerennya…. Aku jadi inget filmnya Nicole Kidman yang ‘the interpreter’…hehehe..di dalam ruang rapat masih sempet-sempetnya pikiranku melayang ke film favoriteku…dasar Daiyene! Merasa terhanyut oleh jalannya rapat, tapi aku ga lupa menulis apa poin-poin penting dari yang dibicarakan. Sok-sokan mengerti jalan ceritanya… Padahal ga juga. Soalnya ternyata ada perjanjian pertama yang direvisi. Tentang apa juga aku kagak tau. Tapi ya…ga ada salahnya dicatet juga… Sebenarnya ketika rapat aku pingin sih tanya ke pihak Jepangnya mengenai pengiriman perawat lansia ke Jepang dari Indonesia, khususnya dari Yogyakarta. Tapi lagi-lagi aku pikir, siapa saya di sana? Cuma mahasiswa magang, belum tau persoalan pokoknya juga, bukan main actor juga di ruang itu, baru hari pertama juga…lantas aku berkesimpulan sendiri…aku ga mau jadi orang yang terlalu vokal dulu, walaupun itu berkaitan dengan Jepang-study yang aku ambil di kampus. Sayang sih sebenarnya, Cuma segala sesuatu kan ada masanya? Mungkin belum waktunya untuk show off… hehehehe maksudnya yen???

Rapat selesai, rombongan Jepang meninggalkan Kepatihan, dan tiba-tiba Kabagnya bilang ke aku ”Mbak, nanti bikin notulennya ya?”, ”Oh iya Pak. Siap!” Untuuuuunngggg aja aku tadi nyatet sebagian walaupun sempet ada yang ketinggalan nyatet nama-nama rombongan Jepangnya…lupa bok! Habis cepet banget nyebutinnya…. Tau ndiri kan? Ngapalin nama Jepang itu ga mudah! Duh…kok jadi emosi….??? Hehehe

Pas balik lagi ke KSLN, aku langsung aja pakai komputer sana terus tak bikin deh notulennya versi Daiyene… hahahaha…kagak tau orang-orang sana kalau bikin notulen kayak apa, jadi ya…menurut versiku ajah… salah ya…biarin..! namanya juga lagi magang, ya ga? ya ga? ya ga?

Pas notulennya udah jadi, tak print, tak kasih ke Kabagnya…diperiksa, dikoreksi, terus tak perbaiki lagi, tak print lagi, tak kasih deh… terus, what I’m going to do next? Go back to my chair….

Makan siang udah…(wah…terima kasih ya baksonya? Hehehe)..aku melanjutkan baca-bacanya di kursiku…mengamati lagi….baca lagi….minum…liat hp…dan tiba-tiba Pak Imam bertanya kepadaku, “Mbak, bisa ngefax kan?” “Oh..i….ya pak!” (dengan suara lirih dan tidak meyakinkan kayaknya…hehehe) dwaaaaannnnnngggggggg mati aku disuruh ngefax…. Kenapa juga aku bilang bisa padahal aku kagak tau caranya… mati deh… duh….tapi ya…harus siaplah…pasti bisa..pasti bisa… Akhirnya aku dianterin sama Pak Herman (salah satu pegawai di KSLN) ke tempat faxnya di lantai 2. pertamanya sama Pak Herman diajarin bentar dan tiba-tiba ga tau kenapa nomornya ga bisa dihubungin.. Terus, aku disuruh balik lagi ke lantai 3 ketemu Pak imam kalo nomornya ga bisa dihubungi. Berhubung Pak Imam kekeh kalo nomornya bener, dan Pak Imam pun ternyata lagi YM-an ma seseorang yang mau difaxin ma aku… katanya nomornya udah bener… lantas aku inisiatif lagi nawarin untuk difax ulang. Padahal Pak Herman dah menghilang entah kemana.. Ya sudah, aku jalani sendiri…aku pikir kalau pun ga nyampe n ga tau nanti mau minta tolong ma orang yang di sana. Kucoba…dan kucoba…akhirnya berhasil terkirim. I did it alone, you know?!! Horeee…horeeee…. Kembali ke lantai 3, dan aku bilang ke Pak Imam kalo faxnya sudah terkirim. Tapi Pak Imam menanyakan reportnya. (Duh! Ada reportnya po?) “Oh…ada reportnya ya pak?” (polos banget ga sih aku???) “Iya, kalo ngirim fax ada reportnya, sudah Ok terkirim atau gagal. Tapi kok Mbak Daiyene ini kata teman saya (sambil melihat ke YM-annya) bilang kalo fax yang diterima tidak ada tulisannya?” (HHeeeee???) “Ha? Iya ya Pak? Masa’ sih? Kebalik apa ya pak? (padahal aku ngikutin cara Pak Herman yang sempet ngajarin aku bentar trus tiba-tiba menghilang. Tapi aku tidak menyalahkannya… ini adalah pelajaran buat aku…) “Ya udah deh pak, saya kirim lagi ke Jakarta.” “Ok, tolong dikirim lagi ya de’.”Dan akhirnya Ibu Ken (salah satu pegawai di KSLN juga) menemani aku ngirim fax lagi ke lantai 2. Duh, ibunya baik banget. Aku dibimbing, dikasihtauin ngefax yang bener gemana, reportnya keluar dari mana, naruh kertasnya kayak gemana, dll. Baik banget deh.. Dan akhirnya berhasil dikirim, report diambil. Nyampe atas lagi (lantai 3) aku jadi malu sendiri…”Maaf ya Pak Imam, masih amatiran nih…!” (namanye juga lagi belajar pak…. Besok lagi ya??? Hahahahha …dasar!) Waduh…duh..duh…malu-maluin ajah!! Ngirim fax kok bisa kebalik.. Maklum tadi nyontoh ma Pak Herman, ga taunya salah. Bodoh juga, padahal di mesin faxnya ada tandanya FACE DOWN. Kenapa ga ngeh juga? Manusia…. Manusia…yah… maklum lah…di rumah kan kagak ada…hahaha…biasa kalau ngefax ke Jakarta, yang ngerjain juga bapak tukang faxnya…aye kagak liat je..dan tidak berusaha mengingat caranya juga…hanya tau sekilas aja…wajar aja kalo jadinya kayak gitu… haahhaha lucu, memalukan…tapi seru….hahaha…

Oh Great! Udah mau jam pulang, akhirnya penderitaan di BK sendirian akan segera punah.. besok, udah ada pipit yang akan mendampingiku..halah! semoga ditempatkan di tempat yang sama! Goodbye BK, see you tomorrow…

to be continued..

 

September 5, 2008

YM-an Format Surat

Filed under: Negotiator's Log — by Ardaiyene @ 5:06 am

Hari itu (Senin) saya mempunyai janji dengan teman sekampus saya (Fitri) untuk membahas format surat. Berhubung frekuensi untuk bertemu di kampus masih sulit mengingat jadwal kuliah yang belum pasti, akhirnya Fitri mengusulkan untuk membahasnya melalui Yahoo Messanger (YM) pada malam harinya (Senin), jam 19.00. Setelah menimbang-nimbang kegiatan saya pada hari Senin tersebut (ada tiga mata kuliah plus ditambah rapat Komahi jam 16.30) akhirnya saya berfikir saya dapat ke warnet pada pukul 7 malam setelah tiba di rumah sepulang dari rapat Komahi. Karena saya berasumsi rapat Komahi tidak akan terlalu lama Dan ketika itu pula saya menyetujui usulan Fitri untuk ber-YM-an membahas format surat magang kami jam 19.00.

Namun, berhubung pada hari Senin tersebut saya sedang menjalani puasa, dan setelah menjalani tiga mata kuliah full-time dari pagi sampai menjelang sore, plus ditambah ada rapat Komahi yang harus saya hadiri, saya kembali berfikir apakah saya mampu melakukan the rest activities of that day??

Sebelum mengikuti rapat Komahi saya berasumsi pada diri saya bahwa sebelum magrib saya harus sudah sampai di rumah, karena saya berencana untuk buka puasa di rumah, sehingga saya masih punya waktu 1 jam untuk istirahat di rumah sebelum saya ke warnet untuk ber-YM-an dengan Fitri.

Namun ternyata rapat Komahi, dilakukan di salah satu Kosan teman yang ada di lingkungan kampus, baru selesai ketika magrib tiba karena adanya perkembangan pembicaraan di dalam rapat. Itu saja selesai karena yang memimpin rapat itu tahu kalau saya dan seorang teman saya juga sedang puasa dan ia bermaksud untuk memberikan kami waktu untuk berbuka. Dan juga karena ia tau saya bermaksud berbuka di rumah. Namun, karena saya merasa begitu lelah dan lemas sekali dengan aktivitas hari Senin itu, saya memutuskan untuk membatalkan puasa (mencari minuman) bersama teman dan sholat di kosannya dahulu, baru pulang mengingat jarak rumah dengan lingkungan kampus cukup jauh.

Setibanya saya di rumah, saya kaget karena kakak saya (yang seharusnya membelikan makan) belum pulang, dan saya tiba di rumah sudah pukul 18.30. Karena saya merasa begitu lemas, akhirnya saya berfikir untuk menunda ber-YM-an dengan Fitri esok hari di jam yang sama dengan alasan baru sampai rumah, lelah karena aktivitas seharian, dan belum makan pula. Akhirnya saya mengirim SMS ke Fitri untuk meminta menunda ber-YM-an esok hari di jam yang sama dengan alasan di atas. Dan akhirnya, masalah saya yang mempunyai janji dengan Fitri jam 19.00 tersebut selesai dengan adanya balasan SMS dari Fitri directly yang mengatakan: ’OK, bos!’

Mencermati kasus di atas, pihak pertama (Ardaiyene) mencoba untuk merundingkan apakah YM-an-nya bisa ditunda esok hari kepada pihak kedua (Fitri). Posisi kedua belah pihak awalnya sama yaitu ber-YM-an dengan kepentingan membahas format surat. Namun, setelah menjalani aktifitas seharian, posisi dan kepentingan pihak pertama menjadi berubah, di mana posisinya menjadi istirahat, dan kepentingannya menjadi makan dan istirahat di rumah. Dengan posisi dan kepentingan Fitri yang tetap (tidak ada perubahan dari awal), pihak pertama mencoba untuk merenegosiasikan kesepakatan (taktik berunding) yang telah dibuat di awal, yaitu dengan menawarkan menunda ber-YM-an hingga esok hari dengan jam yang sama. Tanpa adanya specific compensation ataupun tawaran balik dari Fitri, akhirnya masalah yang ada berakhir dengan kesediaan pihak kedua pada permintaan pihak pertama. Dalam kasus ini strategi berunding yang digunakan pihak pertama adalah bargaining. Isu yang terdapat di dalam kasus ini bersifat tunggal, yaitu mengenai jadwal YM-an dengan Fitri. Di dalam perundingan ini, pihak pertama mendapatkan apa yang menjadi kepentingannya, sedangkan pihak kedua dapat dikatakan harus mengalah. It’s like a win-lose negotiation.

Powered by WordPress.com