Ardaiyene’s Weblog

July 18, 2008

’bout mE, daiYEne .. (Updated!!)

Filed under: ME — by Ardaiyene @ 9:23 am

___

’bout mE, daiyeNe…

orang akan salah kalo nilai aku itu..

selalu diam, diam, dan diam..

aku akan bete banget kalo ada orang..

kurang ajar, teriak-teriak ga jelas, bo-ong,

n suka ngelempar!

aku akan happy kalo ada orang..

..yang care & funny..

kalo aku lagi sedih, aku..

nyendiri, diem, berdoa, nangis, tidur

kalo aku lagi marah, aku..

biasanya bertampang jutek, n bakal diem!

kalo bener-bener kebangetan, aku bisa maki-maki

or give a nice slap on the cheek! Oops..

kalo aku lagi seneng, aku..

senyum-senyum, n ga lama muka aku merah deh..

kalo aku lagi stress, aku..

gampang ngeluh, pingin keluar refreshing..

tapi kalo ga bisa, tidur jadi andalan aku!!

kalo aku lagi malu, aku..

salah tingkah n muka aku meeerahhh deh.. ;)

kalo aku lagi kangen, aku..

smsan. telp mungkin..

tapi biasanya hanya merasa dalam hati saja..

kalo di depan orang yang aku ga suka, aku..

diem, kalo parah banget paling cueknya muncul

yang paling aku sayangin…

keluarga, orang yang care, orang yang ngerti aku

3 benda yang selalu ada di tas aku..

dompet, hp, kunci!

3 binatang yang aku takutin..

belalang ijo yang guede, kelabang, ayam jago idup….hiiiii

3 hal yang aku suka dari diri aku..

mandiri, sabar, rajin

3 hal yang ga aku suka dari diri aku..

diem, ga pede, palagi kalo lagi ‘ga fokus’

hal yang bisa buat aku suka sama co..

kind, punya prinsip, funny, nyambung, sepaham,

yang jelas punya etika! dan tau bagaimana

menghargai dan bersikap dengan wanita.

hal yang buat aku ngga akan suka sama co..

selalu buat aku ill feel, ga nyambung, plin-plan,

suka nyepelein!!

kalo ada orang yang sayang sama aku?

tergantung. kalo aku sreg, aku bakal bersyukur banget,

dan mencoba mengimbangi.

tapi kalo ga sreg, ya ditanggapi sewajarnya saja..

kalo ada orang yang ingin menghindar dari aku?

silahkan saja..yang penting aku dah ngelakuin

yang terbaik. sekali menghindar, ga usah deketin

aku lagi ya? hehe..

hal yang buat aku cerewet?
digoncengin ngebut-ngebut, ngeliat rumah berantakan n serasa ga ada yang mau beresin

hal yang bisa bikin aku kayak anak kecil..
pas panik banget, ketika terdesak waktu aku bakal
merengek kayak anak kecil, dan ketika ada hal penting
yang tidak sesuai dengan harapan
ketika ada orang yang kamu suka bilang ‘miss you’ ke kamu…
seperti biasa, aku bakal mengembangkan senyumku dan… (‘beneran?’)
ketika ada teman cowok yang tiba-tiba bilang ‘miss you’…
paling jawabanku: ‘maksud loh?’
ketika ada orang yang ga dikenal bilang ‘miss you’…
paling aku jawab: ‘lu siape? kok bisa?’
ketika Valentine’s Day tiba..
sorry, i don’t celebrate it guys..
paling suka makan..
nasi, nasi, nasi, mie (plus bakso yah.. ;p)
kalo minum sukanya..
air putih jadi andalanku.
tapi kalau teh, coffeemix, susu, cincay lah…
haha..
kalo tidur jam berapa ya…
biasanya jam 9.
di bawah jam 9 hanya jika cuapek banget.
di atas jam 9 hanya jika banyak kerjaan, atau..
ketika mata masih mau melihat dunia.. ahaha…
dan bangunnya…
hm.. jam 5-an..
bangun di atas jam 5 hanya jika terbangun
atau mau puasa or belajar (ohh,, niatnya diriku!)
bangun di bawah jam 6 jika lagi ‘M’ and pas holiday…
kalo lagi males, biasanya…
pergi sendirian. kemana gitu… ato go online.
keliling jogja sampe sadar kalo BBM naik!!
atau menghabiskan waktu di rumah,
menurutku itu juga cukup fun! I love my home!!
ketika marah dengan kakak…
&(357*^#&*##%%#*(@@!!!…..
keadaan yang buat aku takut…
tidur dengan gorden jendela terbuka.
pokoknya sendirian malem-malem dengan jendela tembus pandang.
mau di kamar kek, di rumah kek, di mobil kek..
tetep aja.. huuuuaaaaaaaaaaaaaaa……….
yang panggil aku ’sister’ or ’sista’…
anif, mendung, dita (yani)..
warna yang aku suka…
especially white and blue..
things that I like and enjoy to do..
writing and dancing..

July 15, 2008

Reflection to Myself

Filed under: thought — by Ardaiyene @ 11:21 am

Refleksi Diri Sendiri

Hidup saya hari ini adalah hidup saya yang baru.

Setiap hari saya menyusun cerita baru dan meninggalkan sejarah berupa pengalaman.

Pengalaman sukses maupun gagal bisa saya jadikan pelajaran;

dan jangan jadi bayang-bayang, jadikan sebagai bahan pertimbangan.

Jika saya pernah gagal, saya anggap sebagai kesuksesan yang tertunda, sehingga saya tidak dikendalikan oleh kesedihan yang berlarut-larut gara-gara gagal.

Saya harus lebih sukses lagi. Untuk menempuh hidup baru, saya perlu lembaran baru agar saya lebih optimis menghadapi masa depan.

July 12, 2008

Quotes.. Part 1

Filed under: Quotes — by Ardaiyene @ 6:42 am

Quotes bagiku sangat inspiratif. Dan karenanya aku suka sekali membaca quotes. Kandungan bijak yang ada di dalamnya dapat membuka pikiranku mengenai kehidupan dari berbagai sisi. Ratusan ribu quotes yang telah ditelurkan oleh orang-orang terkenal ataupun orang-orang bijak lainnya telah banyak membantu serta menginspirasikan hidup orang banyak untuk bisa menjadi lebih baik tentunya. Semoga dengan (hanya) membacanya, dapat sedikit banyak menjadikan diri kita semakin bijak, dewasa, dan semakin mengerti akan arti hidup.

 

(Ayoo, membaca quotes bersama Daiyene…   ;)    )

 

 

Quotes . .  Part 1

 

“Everyone hears what you say. Friends listen to what you say. Best friends listen to what you don’t say.” (Anonymous)

 

“Seorang sahabat sejati tidak pernah menghalangi jalan Anda kecuali bila Anda akan salah jalan.” (Gerhard Gschwandtner)

 

 “It takes a minute to have a crush on someone, an hour to like someone, and a day to love someone. But it takes a lifetime to forget someone.” (Anonymous)

 

“Don’t let anybody steal your dreams.” (Dexter Yager)

 

“Knowing others is wisdom. Knowing the self is enlightenment.” (Lao Tzu)

 

“Genius is 1 % inspiration and 99 % perspiration.” (Thomas Edison)

 

“T.E.A.M = Together Everyone Achieves More.” (Mary Louretton)

 

Sembilan puluh persen seni hidup terdiri dari upaya untuk mengatasi pergaulan dengan orang-orang yang membuat Anda tidak tahan.” (Samuel Goldwiyn)

 

 “The reason I know so much is because I have made so many mistakes.” (R. Buckminster F)

 

“As soon as you trust yourself, you will know how to live.” (Johann W. Von)

 

July 6, 2008

Hati, Akal, dan Iman

Filed under: thought — by Ardaiyene @ 12:22 pm

Sebenarnya, muna’ (munafik) ga sih orang kalo sebenarnya kita ngerasa marah, tapi karena kita tidak ingin diperbudak oleh perasaan marah kita, kita akhirnya dengan sekuat tenaga berusaha untuk tersenyum seolah-olah apa yang telah terjadi pada kita itu dapat kita terima dan kita maafkan???? padahal, mungkin jauh di lubuk hati kita yang paling dalam, kita tidak bisa menerima itu, atau katakanlah belum bisa menerima itu.

Membaca masukan darimu kemarin, emang aku rada tersentak. Bukannya aku ga setuju. Aku setuju banget. Bahkan aku ga mau dong, terlalu diperbudak oleh perasaan aku. Tapi bagaimana dengan apa yang aku tanya di atas tadi? Muna’ ga sih??

Jauh di dalam hati kita ngerasa sakiiiittt banget. Mungkin rasanya seperti baru dibohongin sama sahabat dekat kita sendiri. kayak ditusuk dari belakang gitu ga sih?? Tapi, apakah kita masih bisa bersikap nice ke dia? Hmm… I don’t think so!! At least for a moment.

Mungkin itu juga arti (bener-benar arti yang sesungguhnya) dari sebuah pemberian maaf. Memberikan maaf sama orang itu mudah. Tapi, untuk melupakan apa yang pernah terjadi baik buruknya, itu sulit banget. It needs a lifetime!! Ga bisa. Kita ga bisa melupakan hal itu. Dan mungkin juga biar kita selalu ingat sesuatu di masa lalu yang dapat kita petik pelajaran di dalamnya.

Dan mungkin itu juga arti dari diberinya hati kepada setiap manusia. Dengan hati, kita bisa merasa. Hanya bisa merasakannya saja. Senang, gembira, lucu, sedih, sakit, kecewa, dibohongin, dikecewain, dikhianati, dibodohi, dipuji, disayang, dicintai, dilupakan, direndahkan, ditertawakan, dan di-, di- yang lain … kita hanya bisa merasakannya saja bukan???

Dengan hati, kita memang hanya bisa merasa, tapi dengan akal / logika / pikiran yang Tuhan telah beri ke kita, kita bisa menetralkan apa yang kita rasakan tadi. Ketika kita merasa disakiti orang, gunakanlah akal kita juga untuk berpikir, mengapa kita disakiti? Apa yang telah kita lakukan? Mengapa ia melakukan itu? Apakah kita telah berbuat hal yang tidak berkenan? Gunakanlah pikiran rasional untuk menetralkan rasa di hati. Begitu juga ketika kita sedang senang, disayang orang. Gunakan akal kita. Mengapa ia bisa sayang sama kita? Apa yang menarik dari diri kita? Apa yang telah kita lakukan kepada dia sehingga dia bisa sayang terhadap kita?

Hati untuk merasa, akal untuk menetralkan rasa dengan pikiran logic, sedangkan iman yang kita miliki dapat menenangkan hati dan pikiran kita. Terkadang hati dan pikiran tidak bisa disatukan. Orang bisa saja suka dengan kita tanpa adanya alasan yang rasional / logic. Atau ketika rasa terlalu menggebu, ataupun pikiran yang terlalu berkelana kemana-mana tanpa ada satu pun yang pasti, iman bisa menjadi alat untuk meredam kedua. Berserah diri kepadaNya dapat menenangkan hati. Gunakan iman kita untuk menenangkan hati dan mendekatkan diri padaNya sehingga kita bisa selalu berada dalam lindunganNya.

Manusia di dunia ini hanya bisa menjalani, merasakan, dan berusaha sebaik mungkin untuk apa yang diinginkannya, tentunya dengan RestuNya. Mungkin hanya kebaikan yang dapat kubalas dengan kebaikan yang tak seberapa dariku. Kemalangan, keburukan, atau apapun yang menimpa, hanya bisa menjalani dan mengambil hikmah dibalik semua itu. Kun Fayakun. Yang terjadi, ya terjadilah. Baik buruknya semua sudah diatur olehNya.

Sanggup tidaknya kita menjalaninya sudah dipertimbangkan olehNya.

Manusia, Kau harus tegar..
Hidup ini penuh cobaan, Sobat…

Nyata atau nyala ya?

Filed under: Memories — by Ardaiyene @ 12:09 pm
Tags:

Suatu ketika sedang pelajaran ‘X’ di Kelas 1B, Muha.

Dodi: eh Yen, punya pulpen lagi ga? pinjem dong?

karena sedang asik banget ngerjain soal, akhirnya aku ngambil salah satu pulpen dengan asal dari kumpulan pulpen (mau yang lama atau yang baru juga ada) yang ada di tempat pensilku.

Daiyene: Nih! (sambil menyodorkan ke Dodi). Tapi ga tau nyata apa enggak. Coba aja…

Dodi: (tiba-tiba, dunia seakan berhenti sejenak… dan…) Haaaaaah? Nyata? Emang ada yang abstrak, Yen?
dan Dodi beserta teman-teman di sekelilingku pada ketawa semua….

Daiyene: Enggak…(sambil salting dan rada speechless gitu. sebenarnya juga ga ngerti kenapa mereka semua tertawa ketika aku menyebutkan kata ‘nyata’ ) maksudnya dicoba dulu, bisa dipake enggak? Tintanya masih apa enggak?

Dodi: Maksudmu ‘nyala’ kali Yen…. (sambil mencoba memahami maksudku)..

Daiyene: Yah… gitu deh.. Ya, maksudku itu….

Dodi: (sambil mencoba-coba pulpenku di buku tulisnya beberapa kali) ‘Nyala’ kok Yen. Tintanya ‘cetha’, hehehe ‘jelas’ kok Yen. Ini pulpen ga abstrak. (Dodi dan teman-temannya terus meyakinkan aku kalau pulpennya itu ga abstrak, seakan-akan aku anak TK yang tidak mengerti perbedaan kata ‘Nyata’ dan ‘Nyala’)

Daiyene: heeehhh… aku nyebutnya ‘nyata’ bukan ‘nyala’. (sambil menyadari bahwa mungkin ada perbedaan penyebutan istilah antara orang Jakarta dan Yogya mengenai pulpen yang masih bisa dipakai itu nyebutnya masih ‘nyala’ atau masih ‘nyata’???)

Dodi: Kamu aneh-aneh aja Yen…. hahahaha… Daiyene…Daiyene… Orang mana sih kamu Yen? Orang Jakarta nyebutnya ‘Nyata’ ya?

(huaaa….aku jadi merasa malu…. seakan-akan menyadarkan aku bahwa: Hey Yen, ini di Yogya, bukan Jakarte!!! Beda tempat, beda istilah, non!)

dalam batinku, kok pake kata ‘nyala’? emang lampu? hehehehehe
dan mungkin dalam batinnya Dodi dan teman-teman, ‘nyata’? emang abstrak? emang pulpennya ga bisa dilihat ya? hehehehe

(memory kelas 1 SMA…)

Powered by WordPress.com